Media Informasi dan Komunikasi bagi seluruh keluarga besar Alumni PIP, TPD, MID IPB dan para profesional PUSDOKINFO
Monday, June 13, 2011
Lowongan pustakawan
akan memulai kegiatan belajar mengajarnya tahun ajaran baru 2011/2012,
membutuhkan tenaga Pustakawan dengan Kualifikasi sebagai berikut :
1. Pendidikan S1 Perpustakaan
2. Fresh Graduate welcome
3. Jujur
4. Bisa membangun Perpustakaan dari Awal
Lamaran di tujukan :
Ketua BPS YP UNJ
alamat:
Labschool Rawamangun Jl. Pemuda Komplek Universitas Negeri Jakarta
Rawamangun Jakarta Timur 13220
The Key Word – Perpustakaan di Mata Masyarakat
Launching Buku ‘The Key Word – Perpustakaan di Mata Masyarakat’
Selasa, 28 Juni 2011 di Perpustakaan UI.
Waktu : 14.00wib - selesai
_____
Mari Berbagi untuk Perpustakaan
_____
SEBUAH BUKU TENTANG PERPUSTAKAAN yang tidak membikin Kening anda Berkerut.
Ditulis oleh akademisi, mahasiswa, novelis, pejabat, Kyai, pustakawan hingga anak-anak. Simaklah bagaimana mereka menuliskan impian dan harapan-harapan mereka tentang perpustakaan.
”Perpustakaan di negeri ini jangan sampai jatuh/ tak terurus dan sepi
pembacanya/kalau perpustakaan kita jatuh/sempurnalah kejatuhan peradaban
bangsa” (Musa Asy'arie)
”.... potensi keabadian ini dapat diberlakukan untuk semua penulis tanpa
terkecuali. Persis seperti hak semua orang untuk dikuburkan di tempat yang
layak. Sama dengan kenyataan bahwa semua orang, tak peduli pangkat atau
kedudukannya, toh akan mati dan akan dikuburkan di suatu tempat. Setidaknya
begitulah yang terbayang dan sampai sekarang masih saya harapkan berlaku di
perpustakaan-perpustakaan. Betapa sedih, misalnya, jika sebuah buku tak
sampai ke perpustakaan; seperti seorang prajurit yang gugur di medan laga
tanpa ketahuan di mana kuburnya.” (Putu Laxman Pendit)
”....perpustakaan yang ribut dan dijaga oleh para anggotanya. Karena bisa
gawat jika perpustakaan ramai tapi hanya dipenuhi orang yang tidak peduli
buku. Seseorang di antara mereka mungkin akan mulai melepas celana dan
menandai daerahnya.” (Isman H Suryaman)
”[Perpustakaan itu] Petugasnya tua dan galak. Well, kita harus ketemu kalau
begitu. Kemudian baru deh Anda bisa nilai, saya tua dan galak nggak? Hehehe.”
(Sylvia L'Namira)
THE KEY WORD. Editor: Labibah Zain Kata Pengantar: Herry Zudianto.
Para Key Word Finders: KH. A Mustofa Bisri (Gus Mus), Komaruddin Hidayat, Musa
Asy'arie, Putu Laxman Pendit, Blasius Sudarsono, Adhitya Mulya, Isman H.
Suryaman, Sri Rohyanti Zulqudsie, Shinta Handini, Iwok Abqary, Muthia
Fadhila, Pritha Khalida, Fiqru Mafar, Umar Siddik, Risa Amrikasari, Rahmat
Sunyoto, Muh Mursyid, Luckty Giyan Sukarno, Gusti Ayu Yuliati Danayati,
Retnadi Nur'aini, Ida Nur'aini Hadna, M Solihin Arianto, Afia Rosdiana,
Herri Kurniawan, Sylvia L'Namira, Ahmad Fauzan, Taufiq Murtadho, Trini
haryanti, Wanda Amyra M, Medina Safira, Balkis Shavira, Aries Sukamto,
Slamet Thohari, Muhsin Khalida, Donatus A Nugroho, Amang Suramang.
Cover illustrator : Maria Leonietha
Apakah anda termasuk orang yang [masih] peduli terhadap perpustakaan?
Berarti buku ini layak dan wajib anda koleksi. Karena apa? Seluruh hasil
penjualan buku ini akan didonasikan untuk pengembangan perpustakaan-perpustakaan yang membutuhkan.
Membeli buku ini berarti anda sudah memberikan bantuan untuk berdiri tegaknya perpustakaan di negeri ini,
membantu kembali peluang masyarakat untuk mendapatkan sumber ilmu dan ikut mencerdaskan rakyat negeri.
Ketika banyak orang masih bisa berbondong-bondong ke toko buku, meraup
satu-dua buku dan membayar ke kasir tanpa masalah, di luar sana masih banyak
yang hanya bisa menatap ngeri harga bandrol sebuah buku. Mari kita giring
mereka ke Perpustakaan. Berikan mereka kesempatan untuk menikmati lezatnya
sebuah ilmu pengetahuan dan hiburan tanpa beban.
THE KEY WORD - Perpustakaan di Mata Masyarakat
Harga Normal : Rp. 60.000,-
Buku The Key Word ini bisa pula diperoleh di <http://www.halamanmoeka.com>
www.halamanmoeka.com
Kepedulian anda terhadap perpustakaan sangat kami butuhkan.
Salam Pustaka!
Sunday, April 03, 2011
LibLiveCD version 1.2. (Ubuntu 10.10 with DSpace-1.7.0, & Koha-3.2.6 pre-configured and pre-installed)
We are happy to inform about the new release version of LibLiveCD version
1.2. This version is made available on
http://sourceforge.net/projects/liblivecd
The liblivecd-ver1.2.iso file size is 617 MB.
The current version of LibLiveCD contains Ubuntu 10.10, DSpace-1.7.0, &
Koha-3.2.6. DSpace and Koha are pre-configured and pre-installed.
Along with DSpace and Koha, the CD-ROM also contains following server
related software such as:-
Apache2 Web Server, OpenSSH Server, VSFTP Server, MySQL Server, PostGreSQL
Server, Exim4 Server, Dovecot Server, SquirrelMail Mail Client and minimum
Gnome Desktop Support.
To input multilingual data in DSpace and Koha, IBus input method is also
available with this version. IBus can be started from
System-Preferences-Keyboard Input Methods. Add languages which you need
from IBUS preferences-Input Method Tab.
OpenOffice and multimedia related software are excluded from the CD and
these can easily be installed by running "reload" initially from Synaptic
and then searching and installing. If the synaptic reload does not work
try changing repositories to http://archives.ubuntu.com/ubuntu instead of
http://in.archives.ubuntu.com/ubuntu.
Abiword for editing/reading word documents as well as Evince for reading
PDF files is pre-installed with CDROM.
Please write to dlrg@drtc.isibang.ac.in for any comments/suggestions.
Dr. Sunita Barve
NCRA, Pune
Thursday, March 31, 2011
Pemilihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Nasional sesuai BSNP Tahun 2011
Nomor : 609/ E4.2/2011 Jakarta, 22 Maret 2011 Lampiran : 6 (enam) buah Buku Pedoman Perihal : Pemilihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Nasional sesuai BSNP Tahun 2011 |
Quantum Writing : Library Day: Diskusi di Perpustakaan KPK
Quantum Writing
Pembicara Hernowo (Mizan)
Cara cepat nan bermanfaat untuk merangsang munculnya potensi menulis. Kebanyakan penulis pemula mengalami hambatan dan kemandegan ketika mengawali proses penulisan. Hambatan itu bisa berupa persepsi dan cara pandang terhadap tujuan dan kedirian. Bisa juga berupa kebingungan mengurai isi pikiran yang berkelebatan. Quantum Writing mencoba membantu mengurai hambatan-hambatan itu serta membahasa mengenati manfaat menulis dan cara pandang terhadap proses menulis
Hari/Tangga: Jumat/1 April 2011
Pukul: 14:00-16:00
Lokasi: Perpustakaan KPK, Direktoran Penelitian dan Pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi
JL. HR. Rasuna Said, Kav C-1, Jakarta
Konfirmasi keikutsertaan:
Telp: 021-25578300 ext. 8642
SMS: 08178118190
Wednesday, March 09, 2011
Perpustakaan UNS Solo Raih Sertifikat ISO 9001:2008
Ketujuh kriteria tersebut diantaranya evaluasi pengolahan bahan puistaka, pelayanan sirkulasi, pelayanan promosi dan edukasi anggota, layanan pencarian informasi, pelayanan pusat akses langusng, dan terakhir manajemen tata usaha. Selama evaluasi yang dilakukan oleh pihak penerbit serifikat, Perpustakaan UNS dibantu oleh konsultan ISO untuk melakukan perbaikan internal.
Penyerahan Sertifikat ISO 9001:2008 diberikan oleh Managing Director SAI Global untuk Indonesia, I Nyoman Susilo, kepada Kepala UPT Perpustakaan UNS Drs. Widodo, di Aulan Perpustakaan UNS, Rabu (9/3). Penyerahan yang dihadiri sejumlah stakeholder, seperti mahasiswa dan dosen UNS yang menjadi anggota perpustakaan, juga dihadiri Rektor UNS Much. Syamsulhadi dan PR I Ravuik Karsidi.
Ojax++ VRE
aggregates the data from those applications so that, regardless of which web applications researchers use to conduct their research, they can organise their work and collaborate on that work in one place, using Ojax++. The tool has been made freely available to the e-research community.Further details can be found at the OJAX++ project website at www.ucd.ie/ojax
--
Dr Judith Wusteman
UCD School of Information and Library Studies
University College Dublin
Belfield
Dublin 4
Ireland
Tel: +353 1 716 7612
Fax: +353 1 716 1161
URL: http://www.ucd.ie/wusteman
Monday, March 07, 2011
Vacancy- school librarian
the most prestigious schools in Indonesia. Due to an increased number of
students, we are seeking enthusiastic, hard-working and motivated individuals
to fill future positions in our school.
The staff at Global Jaya International School’s Library and Resource Centre
are all highly committed, qualified and well trained. The school is looking
for appropriately qualified candidates to become part of this team.
We areinviting applications from qualified Librarians or soon to graduate
Library Science students with the following qualifications and qualities:
Requirements:
* Indonesian citizen
* Minimum qualification is a degree in Librarianship or a related degree
from a reputable university (S1)
* Fluent in both oral and written English (Minimum TOEIC score – 780)
* Highly self-motivated
* Creative, dynamic and energetic
* Able to work effectively in a team and independently
* Excellent computer and internet research skills
* Excellent cataloguing skills and knowledge of automated Library Systems
(GJIS uses Destiny)
* Able to oversee and manage high volume cataloguing and processing
duties
* Customer service skills
* Teaching and/or experience working with children is an advantage but
not essential
Please email or deliver a CV with a supporting statement and recent photograph
to:
HR Department
Global Jaya International School
Emerald Boulevard Bintaro Jaya Sektor IX ,
Tangerang 15224
E-mail : hrd@globaljaya. com
Website : www.globaljaya. com
Tuesday, September 21, 2010
Talk-show mengenai “Kompetensi Pustakawan Indonesia”
Dari : Sri Hartinah (PDII) Selasa, 21 September 2010 (11:31 WIB)
Dengan ini kami mengundang rekan-rekan praktisi, akademisi, mahasiswa dan pemerhati keperpustakaan Indonesia untuk menghadiri talk-show mengenai “Kompetensi Pustakawan Indonesia” dan Halal Bihalal ISIPII yang akan diselenggarakan pada:
Hari / Tanggal: Rabu, 29 September 2010
Waktu: Pukul 15: 00 – 17:00
Tempat: Gedung PDII LIPI, Lantai 2 Jl. Gatot
Subroto 10, Jakarta
Narasumber:
1. Titiek Kismiyati, Dra., M.Hum (PERPUSNAS-perumus
kompetensi perpustakaan Indonesia),
2. Hani Qonitah, SIP, MA Rec. (EXXON Mobil, professional/
praktisi),
3. Agus Rusmana, Drs.,M.A. (Wakil Ketua ISIPII/Akademisi
4. Eka Meifrina Suminarsih, SIP, MM (BPPT/Pustakawan Teladan Tingkat Nasional 2010)
Moderator:
• Utami Haryadi, M.Lib, MPsi. (Akademisi)
Investasi:
• Profesional / Umum : Rp. 50.000,-
• Mahasiswa (menunjukkan kartu mahasiswa) : Rp. 25.000,-
Informasi lebih lanjut hubungi:
Sri Hartinah
PDII - LIPI
Email: hartinahsri@yahoo.com
HP : 08158917933
Wednesday, August 04, 2010
SLIMS “ Live on CD/DVD “ dengan Server2Go
(Staf Perpustakaan Puslit Bioteknologi LIPI)
Dalam upaya mendistribusikan informasi berupa Database Perpustakaan bebasis Senayan “SLIMS “ untuk Koleksi Dijital atau Informasi Bibliografi yang berbasis Aplikasi Web melalui CD atau DVD, banyak sekali pilihan aplikasi webserver portable yang bisa di gunakan, salah satunya yaitu dengan aplikasi Server2Go. Aplikasi ini bersifat gratis dan cukup praktis meski bagi pemula sekalipun. Berjalan pada platform windows (sebaiknya minimal windows xp) untuk versi machintos masih dalam pengembangan dan mudah-mudahan untuk versi linux juga cepat kembangkan (multi platform maunya dan gratis).
Berikut langkah-langkah membuat SLIMS Live on CD/DVD :
Download Server2Go di http://www.server2go-web.de/
Kemudian ekstrak file zip atau exe dari aplikasi Server2Go pada folder tertentu.
Copy folder database SLIMS ke dalam folder htdocs
Copy satu folder database SLIMS ke dalam folder dbdir
Rubah username dan password serta port untuk mysql pada file sysconfig.inc aplikasi SLIMS menjadi usernamenya 'root' ; untuk passwordnya dikosongkan. Port mysql dirubah menjadi 7188 .
Selesai, untuk mencobanya tinggal jalankan file Server2Go.exe , maka browser internet explorer akan muncul, dengan tampilan awal seperti berikut :

Alamat url yang muncul adalah http://127.0.0.1:4001 (port 4001 adalah port aplikasi webserver). Karena folder aplikasi slimsnya (folder perpus) ada dibawah folder htdocs maka untuk mengaksesnya bisa ketikan http://127.0.0.1:4001/perpus , maka akan muncul aplikasi SLIMS

Test berhasil. Jika browser ditutup maka aplikasi Server2Go pun akan ikut shutdown secara sendirinya.
Mengkustomisasi sebelum di burning kedalam DVD
Agar dapat tampil menarik tentunya aplikasi SLIMS kita harus bisa muncul saat browser terbuka yang harus dilakukan adalah menghapus semua folder yang ada di bawah folder htdocs kecuali folder aplikasi slims kita tentunya, kemudian copy isi folder aplikasi slims kita ke dalam folder htdocs. Jalan kan kembali aplikasi Server2Go maka pada saat browser muncul, halaman pertama yang akan tampil adalah aplikasi SLIMS.
Kemudian agar tampil lebih menarik lagi kita bisa mengganti icon default aplikasi Server2Go pada folder root dengan icon kita (sesuai tema), kemudian kita pun bisa merubah tampilan splash sesuai tema aplikasi kita dengan merubah file gambar splash.png pada folder root aplikasi Server2Go atau kita mengedit konfigurasi aplikasi Server2Go pada file pms_config.ini di bawah folder root aplikasi server2Go. Pada file pms_config.ini kita bisa melakukan beberapa modifikasi untuk penampilan aplikasi Server2Go, bagi pemula cukup pada bagian yang di anggap perlu saja seperti mengganti gambar splash.
Tampilan gambar splash yang dimodifikasi saat aplikasi Server2Go dijalankan
Burning aplikasi SLIMS dengan Server2Go ke CD/DVD
Setelah selesai memodifikasi dan setelah di test semua nya tampil sempurna langkah selanjutnya adalah mem burning aplikasi SLIMS dengan Server2Go ke CD/DVD dengan aplikasi burning yang ada, ada pun yang di burning adalah semua file dan folder dibawah folder root aplikasi Server2Go :
Dan jika CD/DVD yang sudah di masukan aplikasi SLIMS dengan Server2Go , jika dijalankan atau dimasukan kedalam CD/DVD drive pada sistem operasi windows xp ke atas maka secara otomatis aplikasi SLIMS akan tampil dengan browser default internet explorer, jika tidak ada maka bisa dibuka dengan browser lainnya dengan menuliskan alamat url aplikasi Server2Go (misalnya http://127.0.0.1:4001/), (catatan browser default bisa diganti lihat petunjuk teknis di website Server2Go).
Selesai, selamat mencoba dan semoga membantu.
Wednesday, June 09, 2010
Mengelola E-mail Secara Efektif Dengan Menggunakan MS.Outlook : TIK Perpustakaan
Pendahuluan Komunikasi adalah suatu kegiatan yang sangat penting dilakukan oleh siapa pun baik perorangan atau pun organisasi. Didalam komunikasi pihak ke satu menyampaikan pesan ke pihak kedua dengan menggunakan media perantara begitu pun sebaliknya. Media yang dipergunakan pun berbagai macam mulai menggunakan udara didalam komunikasi langsung berhadapan atau pun dengan media cetak atau sarana elektronik. Pada saat ini media yang cukup banyak dan cepat untuk berkomunikasi adalah menggunakan teknologi surat elektronik “e-mail”. Dengan menggunakan email kita dapat berkomunikasi mengirim pesan sampai pelosok di negara belahan lain yang terjaring dengan jaringan internet dalam waktu yang singkat.
Dengan menggunakan email kita dapat mengirimkan berbagai jenis pesan , mulai dari pesan teks, file komputer atau file multimedia lainnya. Saat ini sudah banyak tersedia penyedia layanan e-mail, baik yang berbayar atau yang bersifat gratis. Fitur dari layanan pun beragam, mulai dari besar kapasitas penyimpanan e-mail, atau fasilitas e-mail lainnya, seperti jenis akses e-mail. Saat ini untuk mengakses e-mail, penyedia layanan atau provider umumnya menyediakan layanan akses e-mail berbasis aplikasi web, contohnya seperti mail.yahoo.com, www.hotmail.com, mail.telkom.net, dan masih banyak lagi. Di samping aplikasi e-mail berbasis web, ada juga layanan untuk aplikasi e-mail untuk computer client atau pengguna, serta aplikasi untu gadget handphone atau blackberry.
Aplikasi E-mail Client MS.Outlook Di antara aplikasi e-mail client yang digunakan, MS.Outlook merupakan e-mail client yang cukup popular di kalangan pengguna, khususnya para pengguna di kantor atau perusahaan termasuk di perpustakaan. Di perpustakaan sebagai pusat layanan informasi, penggunaan e-mail untuk berkomunikasi sangatlah penting. Untuk mengefektifkan penggunaan e-mail di dalam pelayanan, aplikasi e-mail client dapat memberi kemudahan bahkan dapat menekan biaya penggunaan internet, karena e-mail dapat di unduh atau di download sehingga dapat di baca offline tanpa harus terkoneksi terus dengan jaringan internet (khususnya bagi pengguna koneksi internet terbatas berbasis jaringan telepon). Disamping kemampuan untuk mendownload e-mail, aplikasi e-mail client biasanya juga di lengkapi aplikasi tambahan seperti buku daftar kontak, calendar kegiatan, daftar kerja, catatan atau memo, dan alarm peringatan, dimana semua fitur tambahan tadi dapat di pergunakan untuk semangkin mengefektifkan kerja serta komunikasi perpustakaan.
Fitur aplikasi Microsoft Outlook E-mail :
- Inbox (folder e-mail masuk)
- Outbox (folder salinan e-mail keluar) ·
- Draft (folder draft e-mail) ·
- Junk (folder e-mail tidak berguna) ·Sent (folder email yang sudah dikirim) ·
- RSS (folder agregat link berita terpilih) ·
- Internet Fax
2. Kalendar
Kalendar di pergunakan untuk mencatat dan mengorganisasi waktu kegiatan yang akan, sedang dan sudah di jalankan.Didalam fitur kalendar terdapat fasilitas :
- Mencatat daftar kegiatan : menurut jam (24 jam), hari, minggu, bulanan
- Membuat pengingat dengan alarm untuk waktu kegiatan
- Jadwal kegiatan
- Jadwal pertemuan
- Jadwal rapat
- Sharing jadwal
- Daftar anggota yang di undang sekaligus mengirim undangan pertemuan atau rapat untuk anggota yang terdaftar.
3. Daftar kontak
4. Daftar
Tugas atau Kerja Digunakan untuk mengelola daftar pekerjaan atau tugas sekaligus pengingat atau reminder. Fasilitas ini pun terkait dengan fasilitas MS. Outlook lainnya.
Fasilitas untuk menulis catatn kecil mirip dengan fungsi kertas catatan “post it”. Note akan tampil di desktop sebagai catatan kecil pengingat. Note akan tampil di desktop saat aplikasi MS. Outlook di jalankan.
Konfigurasi Akun E-mail di MS. Outlook
- Pilih Accouts setting
- Pilih profil (jika profil lebih dari satu) atau pilih new pada tab e-mail
- Pilih next untuk pilihan Microsoft exchange, POP3, IMAP dan HTTP
- Cek list pada check box Manually configure server settings or additional server types
- Pilih next lalu isi nama, email, Account tipe, Incoming email server (POP3), Outgoing email server (SMTP),user name dan passwordPilih more seting lalu pilih -> advance -> pilih leave a copy messages on the server, lalu pilih remove from server when deleted on “Deleted item” ->pilih OK
- Lalu pilih next dan pilih finish setelah selesai.

- Telkom.net (mail.telkom.net untuk layanan POP3)
- Google mail (mail.google.com untuk layanan POP3 )
- Hotmail (www.hotmail.com untuk layanan HTTP atau IMAP)
- MSN (www.msn.com untuk layanan HTTP atau IMAP)
Akankah Aplikasi Windows ISIS (WinIsis) Tergantikan?

Pendahuluan
Perkembangan aplikasi automasi perpustakaan saat ini berkembang dengan begitu pesatnya. Banyak aplikasi-aplikasi baru yang bermunculan, mulai dari aplikasi yang bersifat komersil atau berbayar samapai aplikasi yang bersiifat gratis dan terbuka atau lebih dikenal opensource. Aplikasi – aplikasi ini menawarkan berbagai fitur yang mengakomodasi kebutuhan pengelolaan perpustakaan. Mulai dari perpustakaan pribadi sampai perpustakaan yang besar seperti perpustakaan akademi atau perpustakaan daerah.
Awal penggunaan aplikasi automasi perpustakaan di Indonesia, aplikasi CDS/ISIS merupakan aplikasi temu kembali informasi dari UNESCO cukup banyak di gunakan. Mulai dari versi DOS sampai versi terakhir yaitu versi Windows. Aplikasi ini memang banyak di minati perpustakaan di Indonesia dikarenakan selain bersifat gratis atau freeware, aplikasi ini memiliki kemampuan menelusur informasi pada database yang besar sampai 16 juta record dalam waktu yang cukup cepat dengan menggunakan komputer dengan spesifikasi hardware atau spesifikasi komponen komputer yang tidak terlampau tinggi. Dan tentunya hal ini sangat cocok untuk di pergunakan di perpustakaan di Indonesia yang dikenal tidak memiliki dana yang besar untuk pengembangan.
Mungkin kah Aplikasi WinIsis Tergantikan?
Disaat banyak perpustakaan mulai melakukan automasi perpustakaan secara terintegrasi dan bukan hanya sebagai sarana temu kembali akan tetapi sebagai alat mempercepat pelayanan perpustakaan seperti untuk pelayanan sirkulasi, merapikan statistik pelaporan perpustakaan dan lainnya. Aplikasi WinIsis dengan segala versi pengembangannya mulai tergeser, bahkan banyak perpustakaan yang sudah menganggap aplikasi ini sudah kuno dan sudah tidak bisa mengikuti kebutuhan perpustakaan serta perkembangan teknologi informasi.
Pernyataan itu ada benarnya, pada kenyataannya aplikasi WinIsis sampai saat ini belum ada berita pengembangan ke depan, ada beberapa pengembangan aplikasi terkait WinIsis tetapi bukan pengembangan yang signifikan dari WinIsis tetapi aplikasi lain yang dapat menggunakan database WinIsis seperti aplikasi ABCD. Akan tetapi disisi lain kemampuan yang khas dari aplikasi WinIsis di dalam mengolah data teks, menjadi produk-produk dokumentasi informasi yang khas belum ada yang bisa menandingi dari segi ke fleksibelan. Sebab aplikasi-aplikasi lain umumnya field sudah ada dan siap di isis data teks, sedangkan WinIsis , banyak field untuk data teks bisa dibuat sesuai kebutuhan begitu pula format tampilannya, seperti untuk katalog induk buku, katalog induk lukisan, katalog induk koleksi museum, dan lainnya.
Kemampuan membuat dokumentasi index dari data teks harus di akui belum ada yang bisa menggantikannya oleh aplikasi freeware lainnya. Sehingga dengan kata lain, untuk keperluan tertentu yang membutuhkan pengolahan data teks untuk memproduksi suatu produk informasi, aplikasi WinIsis masih diperlukan. Dan untuk saat ini, WinIsis masih merupakan solusi yang murah untuk digunakan memproduksi bebagai produk informasi tercetak khas perpustakaan, pusat informasi dan dokumentasi.
===***===
Aplikasi Athenaum untuk Pengelolaan Koleksi Perpustakaan :Kajian Software.
Pendahuluan
Perpustakaan adalah suatu tempat atu ruangan dari sebuah gedung atau gedung itu sendiri yang di gunakan untuk menyimpan koleksi informasi baik tercetak maupun dijital untuk dibaca oleh pengguna dan bukan untuk di perjual belikan. Fasilitas perpustakaan saat ini bisa dijumpai hampir di setiap instansi, sekolah, organisasi bahkan di tempat wisata pun sekarang beberapa diantaranya sudah memiliki yang di peruntukan bagi para wisatawan yang ingin menggali informasi lebih akan tempat wisata yang mereka kunjungi. Dan sekarang mungkin bisa dikatakan perpustakaan merupakan fasilitas yang wajib dimiliki oleh setiap lembaga atau kantor bahkan oleh pribadi yang cinta akan ilmu pengetahuan (kalangan intelektual atau yang berpendidikan).
Dengan semakin berkembangnya koleksi perpustakaan yang ada, tentunya diperlukan suatu pengelolaan yang profesional. Saat ini tenaga profesional pengelola perpustakaan cukup banyak yang berlatar belakang pendidikan ilmu perpustakaan baik, melalui studi di bangku kuliah atau pun melalui kursus menjadi pustakawan. Di samping sumber daya manusia yang mengelola tentunya di perlukan juga perangkat lunak yang dapat membantu dan meringankan tugas pustakawan di dalam mengelola koleksi dan melayani pengguna perpustkaan.
Aplikasi Athenaum
Saat ini cukup banyak perangkat lunak yang bisa digunakan oleh pustakawan untuk mengelola koleksi perpustakaan, salah satunya adalah aplikasi Athenaum. Aplikasi ini di kembangkan oleh sebuah perusahaan yang bernama Sumware Consulting. Athenaum dirancang dalam dua versi, yaitu Athenaum Pro atau versi kormesil dan Athenaum Light atau versi gratis (freeware). Untuk versi freeware atau Athenaum Light cukup banyak digunakan di sekolah-sekolah atau perpustakaan lembaga serta pribadi.
Fasilitas Athenaum Light meski bersifat freeware atau gratis akan tetapi sudah cukup untuk di gunakan oleh perpustakaan didalam mengelola koleksi perpustakaan serta melayani pemimjaman oleh anggota. Aplikasi Athenaum ini di kembangkan kembali oleh Kalangan Pustakawan yang tergabung dalam Komunitas Athenaum Light Indonesia (KALI) dengan versi terakhirnya yaitu Athenaum 8.5 yang bisa di download di blog komunitas KALI di http://kali-indonesia.blogspot.com/ . Selain bisa mengunduh di blog ini pun para pengguna bisa saling berdiskusi dengan para ahli pengembangan aplikasi Athenaum 8.5 yang tergabung di dalam KALI.
Fitur Athenaum 8.5
Fitur Athenaum 8.5 yang dikembangkan oleh para developer KALI, yaitu :
- Pangkalan data buku / dokumen lain,
- Menu peminjaman,
- Menu pengembalian,
- Menu laporan,
- Pembuatan label buku,
- Barcode,
- Statistik
- Stock opname.
Selain fitur tersebut, satu hal lain yang menjadi daya tarik tersendiri buat Athenaeum yang di kembangkan KALI yaitu aplikasinya dikemas secara freescript, artinya kode atau formula di dalamnya tidak ditutup oleh pembuatnya, sehingga memungkin untuk di kembagkan lagi oleh developer lainnya sesuai kebutuhan. Athenaum sendiri dibangun dan kembangkan menggunakan aplikasi FILEMAKER.
Menggunakan Athenaum 8.5
- Downlod aplikasi tersebut pada http://www.4shared.com/file/35435567/a857920b/Athe85.html .
- Ekstrak aplikasi tersebut pada folder yang kita inginkan.
- Jalankan aplikasi dengan mendouble klik file Athe8.5v1.exe
- Masukan password user untuk OPAC atau merdeka untuk administrator [kolom user di kosongkan].
Untuk OPAC akan tampil halaman utamanya seperti berikut (versi GUI contoh) :
Gambar Tampilan Untuk OPAC User
Tampilan halaman penelusuran pada OPAC
Gambar Hasil Penelusuran OPAC
Gambar Tampilan Daftar Katalog Koleksi
Gambar Detil Katalog Hasil Penelusuran
Menu Administrator
Untuk masuk sebagai administrator saat pertama kita menjalankan aplikasi Athenaum, kita harus memasukan password : merdeka tanpa mengisi account , maka akan muncul tampilan sebagai berikut :
Gambar Tampilan Muka saat login Administrator.
Pada tampilan ini kita akan menemukan beberapa menu, untuk menu header yaitu :
- Peminjaman
- Pengembalian
- Anggota
- Sirkulasi
- Administrasi
Untuk menu samping:
- Informasi
- Pencarian
- Katalog
- DDC abridged
- Web Life
- Artikel
- Laporan
- Keluar
Tampilan daftar katalog
Gambar daftar katalog
Tampilan detil katalog
Menambah data atau record dengan mengklik menu record dan new record dengan
Kemudian kita pilih item lalu pilih isi data.
Begitu juga mengedit, dari daftar katalog dibuka record yang kita cari lalu pilih isi data,
Begitu juga dengan proses sirkulasi, kita bisa menggunakan keyboard atau barcode reader sebagai alat inputnya, yang tentunya akan memudahkan petugas dalam melayani.
Kesimpulan
Dengan cukup lengkapnya fasilitas yang dimiliki aplikasi Athenaum 8.5v1, sudah dapat digunakan untuk mengelola koleksi dan layanan peminjaman perpustakaan dengan baik. Namun meski program ini cukup lengkap , seperti hal pada umumnya untuk aplikasi versi freeware tentu cukup banyak kekurangan di banding versi komersial, sehingga di sarankan jika akan menggunakan aplikasi versi gratis ini, sebaiknya di gunakan untuk perpustakaan yang tidak begitu besar dan aktif, karena jika ada masalah yang penting dan butuh penyelesaian cepat akan cukup sulit bagi pustakawan memberikan solusi yang tepat dan cepat. Aplikasi ini cocok digunakan di perpustakaan kecil seperti perpustakaan pribadi, sekolah atau organisasi kecil.
Daftar referensi
1. Athenaeum 6.0 untuk komputer Jadoel . http://kali-indonesia.blogspot.com di akses 10 mei 2010
2. Apresiasi untuk: AT8.5 (Modifikasi ) . http://kali-indonesia.blogspot.com di akses 8 mei 2010
3. Panduan Athenaum Light 8.5 . http://perpustakaan.lpmp-kalbar.net/koleksi%20elektronik/bahan%20ajar/digilib2007/panduan%20AT85.pdf diakses 8 mei 2010
Monday, March 29, 2010
Seminar Nasional dan Workshop, “How to be part of Indonesian Scientific Portal"
Bersama ini saya lampirkan Undangan, Brosur, dan Formulir Pendaftaran
Seminar Nasional dan Workshop, "How to be part of Indonesian
Scientific Resources Portal" yang diselenggarakan oleh FPPTI Pusat
bekerjasama dengan FPPTI DKI Jakarta.
Document Undangan, Brosur dan formulir Pendaftaran bisa di unduh di
http://groups. yahoo.com/ group/the_ ics/files/ Seminar Nasional FPPTI 2010/
Apabila ada pertanyaan seputar pendaftaran Seminar dan Workshop ini
silahkan hubungi:
1. Ibu Sarinah
Perpustakaan STMT Trisakti
Telp.: (021) 851 6050 ext. 108
Hp: 08128367984
e-mail: yoritupang@yahoo. com
2. Pak Irman Siswadi
Perpustakaan Universitas Indonesia
Telp.: (021) 7270751
HP: 081310774634
e-mail: siswadi02@yahoo. com"
Salam,
Imam Budi P
Latar belakang
Pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni di Indonesia
terutama dalam inovasi dan penemuan baru menjadi agenda penting dalam
dunia pendidikan dan penelitian di Indonesia. Dewasa ini beragam
informasi dari berbagai disiplin ilmu sudah dapat diakses dengan mudah
oleh para pengguna melalui jaringan global, namun karena letak sumber
informasi dan lokasi pengelola yang tersebar membuat informasi yang
sudah dikelola oleh berbagai pihak tidak dapat dimanfaatkan secara
optimal.
Belum lama ini Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
(DP2M-DIKTI) telah mengembangkan sebuah portal bernama Indonesian
Scientific Resources Portal ("Garuda"). Portal ini memfasilitasi
akses E-Journal Domestik dan Karya Ilmiah, seperti: laporan
penelitian, tugas akhir mahasiswa (skripsi, tesis, disertasi), paten,
prosiding, Standar Nasional Indonesia dan pidato pengukuhan yang
dihasilkan oleh akademisi dan peneliti di Indonesia. Beberapa
perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dan PDII – LIPI telah
bergabung di dalam portal ini. Banyak keuntungan yang dapat diperoleh
oleh perguruan tinggi jika bergabung dengan portal ini, misalnya:
1. Portal ini berfungsi sebagai sarana promosi karya ilmiah sivitas akademika baik dalam lingkup nasional maupun internasional;
2. Melalui exposure karya sivitas akademika dari perguruan tinggi di dunia internasional akan diketahui sumbangan perguruan tinggi kontributor dalam siklus perkembangan ilmu secara global;
3. Portal ini juga akan meningkatkan aksesabilitas karya sivitas
akademika perguruan tinggi yang diharapkan akan meningkatkan sitasi
terhadap karya sivitas akademikanya;
4. Meningkatkan aksesabilitas karya sivitas akademika perguruan tinggi melalui jaringan internet, diharapkan akan meningkatkan rangking webometrics perguruan tinggi tersebut;
5. Perguruan Tinggi yang menjadi kontributor akan mendapatkan Piagam Penghargaan dari DIKTI yang akan menyumbangkan nilai bagi
institusinya untuk meningkatkan akreditasi karena telah berjejaring
dengan perguruan tinggi lain di Indonesia
Portal ini akan terus dikembangkan oleh DIKTI, namun sampai saat ini
masih banyak perguruan tinggi di Indonesia yang belum tergabung dalam
portal ini. Hal ini disebabkan karena mereka masih belum mengetahui
bagaimana mekanisme menjadi bagian dari portal ini. Sehubungan dengan
itu, Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Pusat
bekerja sama dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia
(FPPTI) DKI Jakarta akan menyelenggarakan Seminar Nasional dan
Workshop dengan Tema: "How to be part of Indonesian Scientific
Resources Portal".
Tujuan
Seminar Nasional dan Workshop ini bertujuan untuk:
1. Memberikan pemahaman bagi calon kontributor tentang syarat dan
mekanisme menjadi bagian dari portal;
2. Memberikan informasi bagi calon kontributor bagaimana jurnal ilmiah
terbitannya dapat terakrediatasi dan dapat diterima oleh PDII-LIPI
sebagai bagian dari konten portal ini;
3. Memberikan pemahaman bagi calon kontributor tentang syarat dan
mekanisme akreditasi jurnal oleh PDII-LIPI agar dapat menjadi bagian
dari portal;
4. Memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sumber informasi digital,
terutama institutional repository, teknis, kebijakan pengumpulan, dan
akses.
Peserta
Peserta Seminar Nasional adalah para Stakeholder Perguruan Tinggi,
Lembaga Penelitian, LSM, Kepala Perpustakaan, IT Lembaga/Perpustakaa n,
Staf Pengajar, Peneliti, Pustakawan, dan Mahasiswa. Peserta Seminar
Nasional dibatasi hanya 250 orang.
Peserta Workshop adalah wakil dari PTN/PTS/Lembaga yang bertugas di
bagian IT, Perpustakaan, Dokumentasi, Digitalisasi, dll. dari calon
dan atau peserta kontributor Indonesian Scientific Resources Portal.
Peserta kegiatan ini dibatasi hanya 60 orang wakil dari
PTN/PTS/Lembaga di Indonesia. Peserta diwajibkan membawa fotokopi 10
halaman judul karya konten lokal (skripsi, tesis, disertasi, dll.)
sebagai bahan praktek.
Waktu dan Tempat
Seminar
Hari/tanggal : Selasa, 20 April 2010
Tempat : Auditorium AJB Gedung F, FISIP-UI
Kampus UI Depok
Waktu : Pukul 08.30 – 16.00 WIB
Workshop
Hari/tanggal : Rabu, 21 April 2010
Tempat : Ruang ITTC Korea Gedung A,
Lantai 2, Perpustakaan UI,
Kampus UI Depok
Waktu : Pukul 08.30 – 16.00 WIB
Jadwal Pelatihan
Selasa, 20 April 2010
Agenda Seminar
08.30 - 09.00 Pendaftaran & Snack Pagi
09.00 - 09.15 Pembukaan Seminar
Dra. Luki Wijayanti, SIP., M.Si. (Ketua
FPPTI Pusat) dan Dra. Endang Ernawati,
M.Lib. (Ketua FPPTI DKI Jakarta)
09.15 - 09.30 Kebijakan DIKTI dalam Pengembangan
Portal Indonesian Scientific Resources
Prof. Dr. Suryo Hapsoro Tri Utomo
(Direktur P2M DIKTI)
09.30 - 10.30 Konten dan Aksesibilitas Indonesian
Scientific Journal Database (ISJD)
Lukman, ST., M.Hum (PDII-LIPI)
10.30 - 11.15 Pengembangan Portal Indonesian
Scientific Resources
Mariyah, Sos., M.Hum. (UI)
11.15 - 12.00 Presentasi Vendor
12.00 - 13.00 Ishoma
13.00 - 13.45 Manajemen Konten Portal Indonesian
Scientific Resources
Dra. Luki Wijayanti, SIP., M.Si.
(Kepala UPT Perpustakaan UI)
13.45 - 14.30 Arsitektur Pengembangan Portal
Indonesian Scientific Resources
Rizal Fathoni Aji, M.Kom.
(Tim Pengembang Portal)
14.30 - 15.30 Pandangan Pengguna terhadap Portal
Indonesian Scientific Resources
Rommy Satrio Wahono, (CEO Brainmatics
dan pendiri Ilmukomputer. com)
15.30 - 15.40 Penutupan Seminar
Dra. Endang Ernawati, M.Lib.
(Ketua FPPTI DKI Jakarta)
15.40 - 15.50 Pembagian Sertifikat
15.50 - 16.00 Snack Sore
Agenda Workshop
08.30 - 09.00 Pendaftaran
09.00 - 09.15 Pembukaan Workshop
Dra. Luki Wijayanti, SIP., M.Si.
(Ketua FPPTI Pusat) dan Dra. Endang Ernawati, M.Lib. (Ketua FPPTI DKI Jakarta)
09.15 - 10.15 Standardisasi Metadata Sumber Daya Digital
Local Content
Elana Suralenggana dan Imam Budi Prasetiawan, SS
10.15 - 11.15 Kebijakan Teknis Penulisan Karya
Akademik
Dra. Endang Ernawati, M.Lib. dan Dra. Winda Habimono
11.15 - 12.15 Kebijakan dan Peraturan Akses Local
Content
Dra. Luki Wijayanti, SIP., M.Si.
12.15 - 13.15 Ishoma
13.15 - 14.45 Praktik Pengisian Lembar Kerja Elektronik
Drs. Irman Siswadi, SIP., M.Hum. dan Dra. Riana Mardina
14.45 - 15.30 Praktik Penyerahan Metadata Digital untuk
Portal
Rizal Fathoni Aji, M.Kom. dan
Gladhi Guardin, S.Kom
15.30 - 15.40 Penutupan Workshop
Dra. Luki Wijayanti, SIP., M.Si.
(Ketua FPPTI Pusat)
15.40 – 16.00 Pembagian Sertifikat dan Snack Sore
Biaya
Biaya kontribusi seminar sebesar Rp. 200.000,- (Dua ratus ribu
rupiah), sementara biaya tambahan bagi peserta yang mengikuti
workshop sebesar Rp.300.000,- (Tiga ratus ribu rupiah). Mohon biaya
ditransfer ke Rekening Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia
(FPPTI) DKI Jakarta, a.n.:
Dra. Endang Ernawati
BCA KCP Bina Nusantara
No. Rekening: 5270123122
Biaya tersebut paling lambat diterima panitia tanggal 16 April 2010.
Bukti transfer dikirim ke :
Irman Siswadi di No.Faks. : (021) 7863469; email: siswadi02@yahoo. com
atau Sarinah di No.Faks.: (021) 8569340; email: yoritupang@yahoo. com
Fasilitas
Peserta Seminar akan mendapatkan seminar kit, sertifikat, materi, dan
konsumsi. Sementara Peserta Workshop akan mendapatkan fasilitas
tambahan yaitu workshop kit, materi, sertifikat, dan konsumsi.
Panitia tidak menyediakan akomodasi bagi peserta.
Pendaftaran
Pendaftaran seminar dimulai tanggal 22 Maret – 19 April 2010. Untuk
pendaftaran, silakan menghubungi:
1. Irman Siswadi
Perpustakaan Universitas Indonesia
Telp.: (021) 7270751
HP: 081310774634 e-mail: siswadi02@yahoo. com
2. Sarinah
Perpustakaan STMT Trisakti
Telp.: (021) 851 6050 ext. 108
Hp: 08128367984 e-mail: yoritupang@yahoo. com
Friday, November 13, 2009
STRATEGI PEROLEHAN ANGKA KREDIT DALAM JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN*
Oleh
aajunaedi@yahoo.com.
Pendahuluan
Pembinaan jabatan fungsional pustakawan di lingkungan instansi pemerintah antara lain ditujukan untuk menjamin perkembangan profesionalisme yang berimplikasi pada peningkatan kegiatan yang berdayaguna, dan berhasilguna bagi masyarakat. Perolehan angka kredit merupakan indikator prestasi pejabat pustakawan yang berpedoman pada SK MENPAN No. 132 tahun 2002. Angka kredit adalah angka yang diberikan berdasarkan penilaian yang telah dicapai oleh seorang pustakawan dalam mengerjakan butir-butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat/jabatan. Untuk itu kinerja pustakawan dalam mengelola perpustakaan, dokumentasi, dan informasi diukur dengan angka kredit, sepenuhnya tergantung prestasi yang dicapai pada periode tertentu, yang selanjutnya dituangkan dalam Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) pustakawan.
Dalam perkembangan jabatan fungsional pustakawan, masih ada pejabat pustakawan yang belum mengumpulkan angka kredit sesuai dengan yang dipersyaratkan berupa laporan pada DUPAK. Bahkan masih banyak “kredit macet” sehingga angka kredit yang terkumpul tidak memenuhi jumlah yang dipersyaratkan. Hal ini merupakan keadaan yang cukup memprihatinkan bagi perkembangan pustakawan. Oleh karena itu sebagai pustakawan profesional dituntut untuk rajin dengan kreativitas tinggi, kritis, dan jeli terhadap peluang perolehan angka kredit. Pustakawan sering merasakan sempit lahannya/kegiatannya dan kecil nilainya, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan strategi dalam perolehannya.
Perpustakaan mempunyai tugas dan fungsi untuk memenuhi kebutuhan informasi yang tidak saja ditujukan kepada pengguna perpustakaan sebagai fungsi pokoknya, tetapi juga kepada pengelola perpustakaan, yaitu pustakawan itu sendiri. Pendit, (1996) membagi fungsi utama perpustakaan menjadi 2 (dua) kelompok yaitu: (a) fungsi perpustakaan yang terus menerus (termasuk di dalamnya fungsi memilih, mengumpulkan, dan menyimpan pengetahuan agar dapat ditemukan kembali jika diperlukan), dan (b) fungsi yang bersifat daur ulang (cyclical), yaitu fungsi pendidikan dan latihan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang akan melaksanakan fungsi pertama di atas.
Tujuan dari makalah ini adalah agar pejabat pustakawan sebagai pengelola perpustakaan, dokumentasi, dan informasi (perpusdokinfo) terketuk hatinya untuk terus meningkatkan kemampuan dirinya dengan mengkaji strategi dalam perolehan angka kredit. Kemampuan yang diperoleh dari pendidikan atau latihan untuk dapat melaksanakan profesi dengan baik ini disebut professional. Pustakawan juga harus berupaya menghasilkan angka kredit yang berbobot dan bermanfaat, karena apabila pencapaian angka kredit dengan kualitas kerja yang tidak memadai tidak memberikan manfaat apa-apa bagi peningkatan produktivitas kerja dan peningkatan profesionalisme pustakawan yang bersangkutan maupun bagi instansinya (Sitorus, D. 2002).
Memahami Tugas Pokok dan Unsur Kegiatan
Agar jabatan fungsional pustakawan dapat diterapkan dengan baik pada unit kerja masing-masing, disarankan agar unit kerja tersebut terlebih dahulumempelajari dan memahami jabatan fungsional pustakawan yang ditetapkan dalam Keputusan MENPAN No. 132 tahun 2002. Petunjuk pelaksanaan Keputusan MENPAN tersebut ditetapkan dalam SK Bersama Kapala Perpustakaan Nasional R.I dan Kepala Badan Kepegawaian Negara No. 23 dan No. 21 tahun 2003. Serta Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI No. 10 tahun 2004 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya.
Tugas pokok dalam pasal 4 (empat) SK MENPAN No. 132/2002 tersebut meliputi kegiatan pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka/sumber informasi, dan kegiatan pemasyarakatan perpusdokinfo. Berdasarkan SK MENPAN tersebut membagi 2 (dua) jabatan pustakawan tingkat terampil dan tingkat ahli. Tugas pokok pejabat fungsional pustakawan tingkat ahli ditambah dengan kegiatan pengkajian pengembangan perpusdokinfo.
Unsur dan sub unsur kegiatan pustakawan yang dapat dinilai angka kreditnya adalah :
- sub unsur perolehan ijazah/gelar dan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat.
- Unsur pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka/sumber informasi meliputi sub unsur pengembangan koleksi; pengolahan bahan pustaka; penyimpanan dan pelestarian bahan pustaka; dan pelayanan informasi
- Unsur pemasyarakatan perpusdokinfo meliputi sub unsur penyuluhan; publisitas; dan pameran.
- Unsur pengkajian dan pengembangan perpusdokinfo yang meluputi sub unsur pengkajian; pengembangan perpustakaan; analisis/kritik karya kepustakawanan; penelaahan pengembangan di bidang perpusdokinfo.
- Unsur pengembangan profesi, meliputi sub unsur membuat karya tulis/karya ilniah di bidang perpusdokinfo; menyusun pedoman/petunjuk teknis; menerjemahkan/-menyadur buku dan bahan-bahan lain; melakukan tugas sebagai Ketua kelompok/Koordinator pustakawan atau memimpin unit perpustakaan; menyusun kumpulan tulisan untuk dipublikasikan; memberikan konsultasi kepustakawanan yang bersifat konsep.
- Unsur penunjang meliputi sub unsur mengajar; melatih; membimbing mahasiswa dalam penyusunan skripsi, tesis, disertasi yang berkaitan dengan ilmu perpusdokinfo; memberikan konsultasi teknis sarana dan prasarana perpusdokinfo; mengikuti seminar, lokakarya dan pertemuan bidang kepustakawanan; menjadi anggota organisasi profesi kepustakawanan; melakukan lomba kepustakawanan; memperoleh penghargaan/tanda jasa; memperoleh gelar kesarjanaan lainnya; menyunting risalah pertemuan ilmiah; dan keikutsertaan dalam tim penilai jabatan pustakawan.
Butir-butir kegiatan dari unsur dan sub unsur pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka/sumber informasi dalam perolehan angka kredit dapat dilakukan oleh semua jenjang jabatan fungsional pustakawan walaupun diluar kewajiban dari tugas pokok untuk masing-masing jenjang jabatan pustakawan. Karena perolehan angka kredit dari kegiatan tersebut dapat dinilai dan merupakan kegiatan rutin yang lazim dilakukan oleh pengelola suatu perpustakaan. Begitu pula dengan SK MENPAN No. 132/2002 pasal 8 Bab V rincian kegiatan dan unsur yang dinilai dalam pemberian angka kredit menyatakan bahwa apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat jenjang jabatan Pustakawan yang melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) dan (2), Pustakawan yang satu tingkat di atas atau di bawah jenjang jabatan dimaksud dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan secara tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan.
Jumlah kumulatif perolehan angka kredit yang terkumpul dari unsur dan sub unsur dari butir-butir kegiatan tersebut di atas mulai (a) sampai (e) merupakan kegiatan utama dengan nilai angka kredit minimal 80 %, sedangkan (f) merupakan unsur kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas pokok dengan nilai angka kredit sebanyak-banyaknya 20 %.
Strategi Perolehan Angka Kredit
Banyak pustakawan beranggapan bahwa angka kredit dari setiap butir kegiatan perpustakaan terlalu kecil, sehingga timbul rasa enggan untuk melaksanakan pekerjaan yang nilainya kecil. Tetapi hal ini bagi pejabat pustakawan yang professional dan bertanggung jawab atas jabatannya merupakan suatu tantangan yang harus diatasi oleh pustakawan itu sendiri. Tjitropranoto (1995) berpendapat bahwa kemampuan pustakawan yang harus dimiliki oleh pengelola perpustakaan antara lain harus mahir dalam kegiatan pokok perpustakaan, mampu memanfaatkan perkembangan IPTEK untuk memperoleh teknik dan prosedur kerja di perpustakaan secara lebih efektif dan efisien.
Sesuai dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, dalam kegiatan sehari-hari pustakawan
harus dapat memanfaatkan teknologi informasi (TI) tersebut di perpustakaan yang mencakup Computers, Content, and Communication (3-C) sehingga memberikan pengaruh yang luar biasa kepada perkembangan dunia ilmu pengetahuan (Soedjana, 2003). Beberapa strategi dalam perolehan angka kredit yang diperlukan pejabat pustakawan dalam pengajuan DUPAK antara lain adalah :
1. Membuat Rencana Kerja
Peningkatan kemampuan dan keahlian pejabat pustakawan yang masih kurang serta prosedur dan metode kerja yang lemah merupakan masalah yang harus diatasi pustakawan. Ma’arus (2001) mengemukakan bahwa pada umumnya pustakawan tidak memiliki rencana kerja dalam melaksanakan kegiatan tugasnya, padahal rencana kerja sangat penting karena dapat menjadikan pustakawan lebih produktif dan bekerja lebih terarah. Untuk itu pejabat pustakawan perlu membuat rencana atau program kerja kegiatan, terutama yang menjadi tugas pokok dan mencatat hasilnya pada laporan kegiatan harian.
Rencana kerja atau rencana operasional adalah rancangan program setiap kegiatan yang akan dilakukan oleh pustakawan dalam kurun waktu tertentu yang disetujui oleh pimpinan unit kerja/pejabat yang ditunjuk. Rencana tersebut minimal membuat latar belakang, tujuan, sasaran/target yang akan dicapai, metode penyelesaian, dana, dan
jadwal pelaksanaan. Perolehan angka kredit dari rencana kerja yang dapat dinilai semua sub unsur dengan butir kegiatan menyusun rencana operasional dari mengumpul data, mengolah data dengan nilai 0,031 dan 0,085 per laporan. Setiap kegiatan dikalkulasikan pada setiap akhir bulan sampai akhir tahun sehingga hal ini akan memudahkan pustakawan dalam penyusunan laporan DUPAK.
2. Kreativitas
Eksistensi profesi pustakawan dinilai belum mencapai kondisi yang maksimal baik secara kualitatif maupun kuantitatif, namun tentunya upaya pembinaan dan peningkatan terus menerus dilakukan. Hal ini amatlah penting karena keberadaan pustakawan merupakan kunci akan maju mundurnya sebuah perpustakaan, dengan demikian pustakawan dituntut peran kreativitasnya (Makdriani, 1996). Beberapa penelitian berkesimpulan bahwa faktor penghambat pustakawan dalam perolehan angka kredit salah satunya adalah kreativitas yang terbatas. Begitu pula Djunaedi (1996) berpendapat bahwa ketergantungan pustakawan pada orang lain dan kebiasaan bekerja berdasarkan instruksi membuat pustakawan menjadi pasif. Oleh karena itu inisiatif dan kreativitas pejabat pustakawan diperlukan untuk menghasilkan produktivitas yang maksimal seperti pada kegiatan :
a. Membuat Daftar Hasil Penelusuran.
Kegiatan penelusuran informasi banyak dibutuhkan dan dimanfaatkan oleh pengguna perpustakaan, khususnya yang tidak dapat datang ke perpustakaan. Dalam pelaksanaanya masih ditemukan berbagai permasalahan, tetapi Winarko (1994) menyatakan bahwa permasalahan dapat diatasi dengan cara mengolah kembali hasil-hasil penelusuran yang pernah dilakukan menjadi file informasi yang lengkap, sehingga dapat dimanfaatkan kembali pada saat diperlukan. Hasil penelusuran berupa data bibliografi yang mencakup kepengarangan, judul, dan sumber informasi yang kemudian dibuat dalam suatu file Daftar Hasil Penelusuran dengan suatu topik/subyek atau komoditas tertentu.
Kegiatan penelusuran merupakan salah satu kegiatan pokok perpustakaan dengan nilai angka kredit yangt cukup besar yaitu 0,007/topik/jdl untuk pustakawan tingkat terampil dan nilai 0,009/topik/jdl. bagi pustakawan tingkat ahli. Hasil Penelusuran tersebut dapat dijadikan bahan pembuatan Bibliografi dan diharapkan dapat meningkatkan volume dan bobot kegiatan. Oleh karena itu pustakawan dengan didorong motivasi kuat, mandiri, dan proaktif menyajikan informasi terbaru baik diminta maupun tidak akan selalu prima dalam meningkatkan kinerja layanan perpustakaan.
b. Pembuatan Bibliografi
Pustakawan hendaknya kritis dan jeli memanfaatkan butir-butir kegiatan perpustakaan dalam memperoleh angka kredit dengan istilah “sekali merengkuh dayung dua-tiga pulau terlampaui”. Dalam pembuatan suatu bibliografi banyak butir kegiatan yang saling berkaitan serta dianjurkan informasinya yang sedang “in” misalnya Bibliografi Khusus “Flu Babi (HıNı)” dan “Pertanian Organik” yang menjadi topik pembicaraan masyarakat sehingga kemungkinannya informasi dari artikel tersebut banyak diperlukan dan dimanfaatkan pengguna (user). Ma’arus (1992) berpendapat bahwa pelaksanaan setiap butir kegiatan dapat dikaitkan dengan kegiatan lainnya, sehingga berpeluang untuk memperoleh angka kredit yang banyak
Keterkaitan dari kegiatan sub unsur kegiatan pengembangan koleksi, pengolahan bahan pustaka, sampai penyimpanannya untuk siap dimanfaatkan pengguna pada kegiatan layanan perpustakaan. Seperti mulai dari kegiatan: Registrasi bahan pustaka nilai 0,0002/eks.; Mengindentifikasi bahan pustaka 0,003/jdl.; Verifikasi data bibliografi, 0,0007/jdl.; Katalogisasi sederhana/komplek 0,001/0,007/jdl.; Klasifikasi sederhana/ kompleks ,003/0,007/jdl.; Membuat anotasi/tajuk subjek 0,005 /jd., 0,006 /jd. Mengalihkan data bibliografi secara manual maupun elektronik 0,0002 dan 0,0003/ctm.; Menyunting data bibliografi 0,0025/ctm.; Mengelola data bibliografi bentuk kartu katalog atau basis data 0,0005 dan 0,005/ctm/file; Menyusun bibliografi 0,005/ctm.; Membuat kelengkapan bahan pustaka 0,001/eks.; dan Mengelola jajaran bahan pustaka 0,0003/eks. Jika di jumlah kegiatan tersebut bernilai 0,038 untuk setiap entri/record, sehingga apabila sebanyak 100 entri/record bernilai angka kredit 3,8.
c. Membuat Karya Tulis.
Pustakawan disamping mengerjakan pekerjaan sehari-hari (rutinitas) hendaknya mampu mengembangkan kreativitas dan daya nalar seperti pembuatan karya tulis. Pustakawan berpeluang besar untuk membuat karya tulis, karena memiliki akses terhadap sumber informasi yang luas dan beragam. Kegiatan menulis ini merupakan kegiatan utama dari unsur pengembangan profesi seperti kegiatan menyusun pedoman atau petunjuk teknis Perpusdokinfo dan sebagainya. Disamping itu nilai angka kredit cukup besar dengan nilai angka kredit 3,500 bagi makalah/karya tulis yang tidak diterbitkan dan nilai 6,000 untuk karya tulis yang diterbitkan.
Tujuan membuat karya tulis antara lain adalah perolehan angka kredit yang dapat digunakan dalam kenaikan pangkat/jabatan. Begitu pula Sumantri (2004) dalam penelitiannya berpendapat bahwa disamping tujuan tersebut diatas, faktor yang mendukung motivasi pustakawan dalam membuat karya tulis adalah minat dan lingkungan yang mencintai kegiatan baca-tulis, sedangkan sebagai penghambat adalah kurangnya penguasaan teknik penulisan. Oleh karena itu pustakawan perlu mengikuti pelatihan penulisan walaupun selama ini belum secara khusus mendapat bimbingan penulisan, tetapi berani mencoba dan memulai dari diri sendiri serta secara aktif dan inisiatif minta bimbingan pustakawan senior yang berpengalaman.
3. Memanfaatkan TI
Kemajuan teknologi informasi (TI) termasuk didalamnya teknologi komputer sekarang ini sudah memungkinkan para
pustakawan untuk meningkatkan kualitas kinerjanya. Perangkat keras dan lunak untuk keperluan tersebut sudah tersedia banyak dan beraneka ragam, serta relatif mudah pengoperasiannya. Banyak pilihan program-program yang dapat dimanfaatkan dan cocok untuk kegiatan perpustakaan seperti; CDS/ISIS, Winisis, Greenstone, Inmagic, Igloo dan sebagainya.
Komputer dapat menyajikan data dokumen dalam file dan record jumlah yang sangat besar serta penemuaan kembalinyapun bisa dilakukan dengan cepat. Pemanfaatan komputer khususnya pada kegiatan pengolahan bahan pustaka dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan taat azas. Taat azas ini merupakan salah satu hal yang penting dalam mengolah bahan pustaka yang dilakukan pada program (winisis) yang sama dimana walaupun pustakawannya berbeda. Begitu pula administrasi layanan yang menggunakan komputer akan jauh lebih baik, dimana komputer akan membuat statistik secara automatis dan banyak lagi keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan komputer atau teknologi informasi lainnya.
Pejabat pustakawan tidak akan lagi dinilai “gaptek” (gagap teknologi) jika pustakawan terus berupaya meningkatkan kemampuannya dalam bidang TI. Sebagaimana yang dikemukakan Soedjana (2003) bahwa dalam perkembangan selanjutnya dimasa mendatang pustakawan akan dan dapat menjadi pengelola situs web beserta kelengkapannya. Dalam kondisi seperti ini tugas pustakawan menjadi lebih ringan oleh berbagai fasilitas TI, tapi disisi lain beban pustakawan akan semakin berat karena semakin meningkatnya jumlah, kualitas dan keragaman informasi yang harus ditangani.
4. Komunikasi
Komunikasi antara pengguna dan pustakawan sebagai pengelola informasi merupakan hal penting untuk dapat memenuhi tujuan dan kebutuhan pengguna secara efektif dan efisien. Berhubungan langsung dengan cara tatap muka, tanya jawab, dan diskusi, menggunakan sarana komunikasi seperti: surat menyurat, telepon, faximile, dan e-mail. Pesatnya perkembangan TI dan sarana komunikasi saat ini sangat membantu pustakawan dalam memberikan/menyampaikan informasi secara cepat dan murah. Penyebaranluasan informasi menggunakan media elektronis dilakukan melalui layanan internet maupun media komunikasi lain seperti handphone (HP) untuk mengirim pesan singkat Short Messages Service (SMS). Pengiriman informasi (teks, gambar, dan sebagainya) dapat dilakukan menggunakan fasilitas attachment dengan e-mail melalui jaringan global yaitu internet.
Hosting atau Space dapat digunakan pustakawan untuk meletakkan/menyimpan file–file yang telah dibuat sebelumnya agar website/halaman web dapat ditampilkan di jaringan internet. Ada perusahaan yang bergerak dibidang teknologi informasi menyediakan layanan hosting gratis, seperti perusahaan yang sudah terkenal di dunia internet khususnya dalam hal pelayanan email gratis yaitu www.yahoo.com.
Penutup
Upaya untuk perolehan angka kredit pejabat fungsional pustakawan terlebih dahulu perlu memahami segala ketentuan yang tertuang dalam Keputusan MENPAN No. 132 tahun 2002 dan Keputusan Bersama Kapala Perpusnas RI dan Kapala BKN No. 23 dan No. 21 tahun 2003 yang menjadi pedoman pelaksanaannya. Pengumpulan angka kredit yang dipersyaratkan bagi pejabat fungsional pustakawan tidak hanya sekedar menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah memenuhi syarat angka kredit untuk kenaikan pangkat atau jabatan, tetapi sekaligus indikator yang menunjukkan prestasi kerja yang baik.
Tugas pokok yang menjadi kegiatan rutin perpustakaan memungkinkan pustakawan akan lebih banyak lagi perolehan angka kredit. dengan berupaya meningkatkan kemampuan dan pengetahuan secara mandiri yang penuh kreativitas serta memanfaatkan TI khususnya komputer. Fasilitas dikomputer sangat membantu pustakawan dalam melaksanakan kegiatan pekerjaannya secara cepat, efektif, dan efisien. Mengembangkan kreativitas dan daya nalar pustakawan dalam perolehan angka kredit yang bernilai besar seperti pembuatan karya tulis.
Daftar Pustaka
Djunaedi, A. 1998.
Upaya mengatasi masalah pelaksanaan jabatan fungsional pustakawan.
Jurnal Perpustakaan Pertanian 7(2) : 48-51
Keputusan Bersama
Kepala Perpustakaan Nasional RI dan Kepala Badan Kepegawaian Negara
Nomor: 23 tahun 2003 dan Nomor: 21 tahun 2003 tanggal 13 Juni 2003
tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka
Kreditnya.
Keputusan Kepala
Perpustakaan Nasional RI Nomor 10 tahun 2004 tentang Petunjuk Teknis
Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya.
Keputusan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 132/KEP/M.12/2002 tanggal 3
Desember 2002 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka
Kreditnya.
Ma’arus,
F. 1992. Usaha memperoleh angka kredit dalam jabatan fungsional
pustakawan. Jurnal Perpustakaan Pertanian 1(1) :19-22
__________2001.
Meningkatkan kinerja pustakawan dalam melaksanakan kegiatan
fungsional. Jurnal Perpustakaan Pertanian 10(1) :1-5
Makdriani, S. 1996. Upaya peningkatan mutu pustakawan. Media Pustakawan 3(2): 18-21
Mansjur, S. 2007. Butir-butir kegiatan pustakawan dan angka kreditnya. Seri Pengembangan Perpustakaan Pertanian no. 40 : 23 p.
Pendit,
P.L. 1996. Perubahan orientasi dalam era informasi. Prosiding seminar
sehari layanan Pusdokinfo berorientasi pemakai di era informasi :
pandang akademisi dan praktisi. Depok : Program Studi Ilmu
Perpustakaan, Program Pascasarjana, Universitas Indonesia : 1-10
Sitorus,
D. 2002. Pengembangan jabatan fungsional dan pokok-pokok perubahan
peraturan yang mendasarinya. Media Pustakawan 9(4) : 1-4
Soedjana,
D. (2003). Arah kebijakan pengembangan tenaga fungsional pustakawan
Departemen Pertanian dalam
Makalah Pelatihan Peningkatan Kemampuan Pejabat Pustakawan Departemen
Pertanian. PMP-SDMP, Ciawi- Bogor, 10-16 Agustus 2003.
Sumantri,
U.P. 2004. Motivasi pustakawan dalam menulis karya tulis ilmiah yang
dipublikasikan. Jurnal Perpustakaan Pertanian 13(2) :41-46
Tjitropranoto,
P. 1995. Kriteria sumber daya manusia di perpustakaan. Jurnal
Perpustakaan Pertanian 4(2) : 27-32
Winarko,
B. (et al) 1994. Masalah penelusuran informasi ilmiah secara manual
dan pemecahannya. Jurnal Perpustakaan Pertanian 3(1) : 9-12
















