Menu

Tuesday, September 21, 2010

Talk-show mengenai “Kompetensi Pustakawan Indonesia”

FYI:
Dari : Sri Hartinah (PDII) Selasa, 21 September 2010 (11:31 WIB)


Dengan ini kami mengundang rekan-rekan praktisi, akademisi, mahasiswa dan pemerhati keperpustakaan Indonesia untuk menghadiri talk-show mengenai “Kompetensi Pustakawan Indonesia” dan Halal Bihalal ISIPII yang akan diselenggarakan pada:
Hari / Tanggal: Rabu, 29 September 2010
Waktu: Pukul 15: 00 – 17:00
Tempat: Gedung PDII LIPI, Lantai 2 Jl. Gatot
Subroto 10, Jakarta
Narasumber:
1. Titiek Kismiyati, Dra., M.Hum (PERPUSNAS-perumus
kompetensi perpustakaan Indonesia),
2. Hani Qonitah, SIP, MA Rec. (EXXON Mobil, professional/
praktisi),
3. Agus Rusmana, Drs.,M.A. (Wakil Ketua ISIPII/Akademisi
4. Eka Meifrina Suminarsih, SIP, MM (BPPT/Pustakawan Teladan Tingkat Nasional 2010)

Moderator:
• Utami Haryadi, M.Lib, MPsi. (Akademisi)

Investasi:

• Profesional / Umum : Rp. 50.000,-
• Mahasiswa (menunjukkan kartu mahasiswa) : Rp. 25.000,-

Informasi lebih lanjut hubungi:
Sri Hartinah
PDII - LIPI
Email: hartinahsri@yahoo.com
HP : 08158917933

Wednesday, August 04, 2010

SLIMS “ Live on CD/DVD “ dengan Server2Go

Oleh Ahmad Saefudin S.
(Staf Perpustakaan Puslit Bioteknologi LIPI)

Dalam upaya mendistribusikan informasi berupa Database Perpustakaan bebasis Senayan “SLIMS “ untuk Koleksi Dijital atau Informasi Bibliografi yang berbasis Aplikasi Web melalui CD atau DVD, banyak sekali pilihan aplikasi webserver portable yang bisa di gunakan, salah satunya yaitu dengan aplikasi Server2Go. Aplikasi ini bersifat gratis dan cukup praktis meski bagi pemula sekalipun. Berjalan pada platform windows (sebaiknya minimal windows xp) untuk versi machintos masih dalam pengembangan dan mudah-mudahan untuk versi linux juga cepat kembangkan (multi platform maunya dan gratis).

Berikut langkah-langkah membuat SLIMS Live on CD/DVD :

  1. Download Server2Go di http://www.server2go-web.de/

  2. Kemudian ekstrak file zip atau exe dari aplikasi Server2Go pada folder tertentu.

  1. Copy folder database SLIMS ke dalam folder htdocs

  2. Copy satu folder database SLIMS ke dalam folder dbdir

  3. Rubah username dan password serta port untuk mysql pada file sysconfig.inc aplikasi SLIMS menjadi usernamenya 'root' ; untuk passwordnya dikosongkan. Port mysql dirubah menjadi 7188 .

  4. Selesai, untuk mencobanya tinggal jalankan file Server2Go.exe , maka browser internet explorer akan muncul, dengan tampilan awal seperti berikut :



Alamat url yang muncul adalah http://127.0.0.1:4001 (port 4001 adalah port aplikasi webserver). Karena folder aplikasi slimsnya (folder perpus) ada dibawah folder htdocs maka untuk mengaksesnya bisa ketikan http://127.0.0.1:4001/perpus , maka akan muncul aplikasi SLIMS


Test berhasil. Jika browser ditutup maka aplikasi Server2Go pun akan ikut shutdown secara sendirinya.



Mengkustomisasi sebelum di burning kedalam DVD

Agar dapat tampil menarik tentunya aplikasi SLIMS kita harus bisa muncul saat browser terbuka yang harus dilakukan adalah menghapus semua folder yang ada di bawah folder htdocs kecuali folder aplikasi slims kita tentunya, kemudian copy isi folder aplikasi slims kita ke dalam folder htdocs. Jalan kan kembali aplikasi Server2Go maka pada saat browser muncul, halaman pertama yang akan tampil adalah aplikasi SLIMS.


Kemudian agar tampil lebih menarik lagi kita bisa mengganti icon default aplikasi Server2Go pada folder root dengan icon kita (sesuai tema), kemudian kita pun bisa merubah tampilan splash sesuai tema aplikasi kita dengan merubah file gambar splash.png pada folder root aplikasi Server2Go atau kita mengedit konfigurasi aplikasi Server2Go pada file pms_config.ini di bawah folder root aplikasi server2Go. Pada file pms_config.ini kita bisa melakukan beberapa modifikasi untuk penampilan aplikasi Server2Go, bagi pemula cukup pada bagian yang di anggap perlu saja seperti mengganti gambar splash.

Tampilan gambar splash yang dimodifikasi saat aplikasi Server2Go dijalankan


Burning aplikasi SLIMS dengan Server2Go ke CD/DVD


Setelah selesai memodifikasi dan setelah di test semua nya tampil sempurna langkah selanjutnya adalah mem burning aplikasi SLIMS dengan Server2Go ke CD/DVD dengan aplikasi burning yang ada, ada pun yang di burning adalah semua file dan folder dibawah folder root aplikasi Server2Go :


Dan jika CD/DVD yang sudah di masukan aplikasi SLIMS dengan Server2Go , jika dijalankan atau dimasukan kedalam CD/DVD drive pada sistem operasi windows xp ke atas maka secara otomatis aplikasi SLIMS akan tampil dengan browser default internet explorer, jika tidak ada maka bisa dibuka dengan browser lainnya dengan menuliskan alamat url aplikasi Server2Go (misalnya http://127.0.0.1:4001/), (catatan browser default bisa diganti lihat petunjuk teknis di website Server2Go).

Selesai, selamat mencoba dan semoga membantu.


Wednesday, June 09, 2010

Mengelola E-mail Secara Efektif Dengan Menggunakan MS.Outlook : TIK Perpustakaan

Oleh Ahmad Saefudin S. (Staf Perpustakaan Puslit Bioteknologi LIPI)


Pendahuluan Komunikasi adalah suatu kegiatan yang sangat penting dilakukan oleh siapa pun baik perorangan atau pun organisasi. Didalam komunikasi pihak ke satu menyampaikan pesan ke pihak kedua dengan menggunakan media perantara begitu pun sebaliknya. Media yang dipergunakan pun berbagai macam mulai menggunakan udara didalam komunikasi langsung berhadapan atau pun dengan media cetak atau sarana elektronik. Pada saat ini media yang cukup banyak dan cepat untuk berkomunikasi adalah menggunakan teknologi surat elektronik “e-mail”. Dengan menggunakan email kita dapat berkomunikasi mengirim pesan sampai pelosok di negara belahan lain yang terjaring dengan jaringan internet dalam waktu yang singkat.

Dengan menggunakan email kita dapat mengirimkan berbagai jenis pesan , mulai dari pesan teks, file komputer atau file multimedia lainnya. Saat ini sudah banyak tersedia penyedia layanan e-mail, baik yang berbayar atau yang bersifat gratis. Fitur dari layanan pun beragam, mulai dari besar kapasitas penyimpanan e-mail, atau fasilitas e-mail lainnya, seperti jenis akses e-mail. Saat ini untuk mengakses e-mail, penyedia layanan atau provider umumnya menyediakan layanan akses e-mail berbasis aplikasi web, contohnya seperti mail.yahoo.com, www.hotmail.com, mail.telkom.net, dan masih banyak lagi. Di samping aplikasi e-mail berbasis web, ada juga layanan untuk aplikasi e-mail untuk computer client atau pengguna, serta aplikasi untu gadget handphone atau blackberry.

Aplikasi E-mail Client MS.Outlook Di antara aplikasi e-mail client yang digunakan, MS.Outlook merupakan e-mail client yang cukup popular di kalangan pengguna, khususnya para pengguna di kantor atau perusahaan termasuk di perpustakaan. Di perpustakaan sebagai pusat layanan informasi, penggunaan e-mail untuk berkomunikasi sangatlah penting. Untuk mengefektifkan penggunaan e-mail di dalam pelayanan, aplikasi e-mail client dapat memberi kemudahan bahkan dapat menekan biaya penggunaan internet, karena e-mail dapat di unduh atau di download sehingga dapat di baca offline tanpa harus terkoneksi terus dengan jaringan internet (khususnya bagi pengguna koneksi internet terbatas berbasis jaringan telepon). Disamping kemampuan untuk mendownload e-mail, aplikasi e-mail client biasanya juga di lengkapi aplikasi tambahan seperti buku daftar kontak, calendar kegiatan, daftar kerja, catatan atau memo, dan alarm peringatan, dimana semua fitur tambahan tadi dapat di pergunakan untuk semangkin mengefektifkan kerja serta komunikasi perpustakaan.

Fitur aplikasi Microsoft Outlook E-mail :
  • Inbox (folder e-mail masuk)
  • Outbox (folder salinan e-mail keluar) ·
  • Draft (folder draft e-mail) ·
  • Junk (folder e-mail tidak berguna) ·Sent (folder email yang sudah dikirim) ·
  • RSS (folder agregat link berita terpilih) ·
  • Internet Fax


Tampilan Aplikasi MS.Outlook

2. Kalendar

Kalendar di pergunakan untuk mencatat dan mengorganisasi waktu kegiatan yang akan, sedang dan sudah di jalankan.Didalam fitur kalendar terdapat fasilitas :
  • Mencatat daftar kegiatan : menurut jam (24 jam), hari, minggu, bulanan
  • Membuat pengingat dengan alarm untuk waktu kegiatan
  • Jadwal kegiatan
  • Jadwal pertemuan
  • Jadwal rapat
  • Sharing jadwal
  • Daftar anggota yang di undang sekaligus mengirim undangan pertemuan atau rapat untuk anggota yang terdaftar.

Tampilan kalendar MS.Outlook

3. Daftar kontak

Di dalam daftar kontak, terdapat data isian yang cukup lengkap yang menggambarkan profil dari kontak person atau organisasi. Mulai dari nama, foto, alamat rumah dan kantor,nomor telepon pribadi dan kantor, email serta data yang terkait lainnya. Serta fasilitas untuk menelepon kontak yang dapat di pergunakan perpustakaan untuk menghubungi kontak person atau organisasi secara langsung melalui fasilitas telepon menggunakan komputer.

Tampilan menu isian daftar kontak.

4. Daftar
Tugas atau Kerja Digunakan untuk mengelola daftar pekerjaan atau tugas sekaligus pengingat atau reminder. Fasilitas ini pun terkait dengan fasilitas MS. Outlook lainnya.

Tampilan Menu Isian Daftar Kerja atau Tugas

5. Note atau catatan

Fasilitas untuk menulis catatn kecil mirip dengan fungsi kertas catatan “post it”. Note akan tampil di desktop sebagai catatan kecil pengingat. Note akan tampil di desktop saat aplikasi MS. Outlook di jalankan.

Tampilan Note dari aplikasi MS.Outlook di desktop komputer

Konfigurasi Akun E-mail di MS. Outlook

Aplikasi MS.Outlook mendukung layanan e-mail yang didownload untuk digunakan secara offline dengan menggunakan Server Microsoft Exchange, POP3, IMAP dan HTTP. Menseting konfigurasi akun e-mail di MS.Outlook dapat dilakukan secara automatis, hanya dengan menuliskan Nama, alamat e-mail dan password.Akun e-mail akan di simpan didalam profil, kita dapat menggunakan satu profil atau banyak profil sesuai dengan kebutuhan. Profil biasanya akan di buat saat pertama kali menjalankan MS. Outlook atau kita dapat membuatnya melalui control panel ->pilih e-mail (biasanya dibawah kategori user account and family safety).->pilih show profile ->pilih add.(selanjutnya kita harus mengisi akun email untuk profil tersebut).

Menambah akun e-mail secara manual Pilih tools pada MS.Outlook
  1. Pilih Accouts setting
  2. Pilih profil (jika profil lebih dari satu) atau pilih new pada tab e-mail
  3. Pilih next untuk pilihan Microsoft exchange, POP3, IMAP dan HTTP
  4. Cek list pada check box Manually configure server settings or additional server types
  5. Pilih next lalu isi nama, email, Account tipe, Incoming email server (POP3), Outgoing email server (SMTP),user name dan passwordPilih more seting lalu pilih -> advance -> pilih leave a copy messages on the server, lalu pilih remove from server when deleted on “Deleted item” ->pilih OK
  6. Lalu pilih next dan pilih finish setelah selesai.

Tampilan halaman konfigurasi akun e-mail

Untuk mulai menggunakannya kita dapat langsung membuat e-mail baru untuk dikirim atau mengklik tombol send/receive untuk mengambil dan mengirim e-mail adri server. Dengan menggunakan aplikasi MS.Outlook oleh perpustakaan dapat mengefektifkan komunikasi serta mengorganisasi waktu kegiatan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Untuk diketahui. Beberapa provider populer yang menyediakan layanan e-mail gratis yang dapat di download menggunakan e-mail client yaitu :
  • Telkom.net (mail.telkom.net untuk layanan POP3)
  • Google mail (mail.google.com untuk layanan POP3 )
  • Hotmail (www.hotmail.com untuk layanan HTTP atau IMAP)
  • MSN (www.msn.com untuk layanan HTTP atau IMAP)

Akankah Aplikasi Windows ISIS (WinIsis) Tergantikan?


Oleh Ahmad Saefudin S. (Staf Perpustakaan Puslit Bioteknologi LIPI)


Pendahuluan

Perkembangan aplikasi automasi perpustakaan saat ini berkembang dengan begitu pesatnya. Banyak aplikasi-aplikasi baru yang bermunculan, mulai dari aplikasi yang bersifat komersil atau berbayar samapai aplikasi yang bersiifat gratis dan terbuka atau lebih dikenal opensource. Aplikasi – aplikasi ini menawarkan berbagai fitur yang mengakomodasi kebutuhan pengelolaan perpustakaan. Mulai dari perpustakaan pribadi sampai perpustakaan yang besar seperti perpustakaan akademi atau perpustakaan daerah.

Awal penggunaan aplikasi automasi perpustakaan di Indonesia, aplikasi CDS/ISIS merupakan aplikasi temu kembali informasi dari UNESCO cukup banyak di gunakan. Mulai dari versi DOS sampai versi terakhir yaitu versi Windows. Aplikasi ini memang banyak di minati perpustakaan di Indonesia dikarenakan selain bersifat gratis atau freeware, aplikasi ini memiliki kemampuan menelusur informasi pada database yang besar sampai 16 juta record dalam waktu yang cukup cepat dengan menggunakan komputer dengan spesifikasi hardware atau spesifikasi komponen komputer yang tidak terlampau tinggi. Dan tentunya hal ini sangat cocok untuk di pergunakan di perpustakaan di Indonesia yang dikenal tidak memiliki dana yang besar untuk pengembangan.

Mungkin kah Aplikasi WinIsis Tergantikan?

Disaat banyak perpustakaan mulai melakukan automasi perpustakaan secara terintegrasi dan bukan hanya sebagai sarana temu kembali akan tetapi sebagai alat mempercepat pelayanan perpustakaan seperti untuk pelayanan sirkulasi, merapikan statistik pelaporan perpustakaan dan lainnya. Aplikasi WinIsis dengan segala versi pengembangannya mulai tergeser, bahkan banyak perpustakaan yang sudah menganggap aplikasi ini sudah kuno dan sudah tidak bisa mengikuti kebutuhan perpustakaan serta perkembangan teknologi informasi.

Pernyataan itu ada benarnya, pada kenyataannya aplikasi WinIsis sampai saat ini belum ada berita pengembangan ke depan, ada beberapa pengembangan aplikasi terkait WinIsis tetapi bukan pengembangan yang signifikan dari WinIsis tetapi aplikasi lain yang dapat menggunakan database WinIsis seperti aplikasi ABCD. Akan tetapi disisi lain kemampuan yang khas dari aplikasi WinIsis di dalam mengolah data teks, menjadi produk-produk dokumentasi informasi yang khas belum ada yang bisa menandingi dari segi ke fleksibelan. Sebab aplikasi-aplikasi lain umumnya field sudah ada dan siap di isis data teks, sedangkan WinIsis , banyak field untuk data teks bisa dibuat sesuai kebutuhan begitu pula format tampilannya, seperti untuk katalog induk buku, katalog induk lukisan, katalog induk koleksi museum, dan lainnya.

Kemampuan membuat dokumentasi index dari data teks harus di akui belum ada yang bisa menggantikannya oleh aplikasi freeware lainnya. Sehingga dengan kata lain, untuk keperluan tertentu yang membutuhkan pengolahan data teks untuk memproduksi suatu produk informasi, aplikasi WinIsis masih diperlukan. Dan untuk saat ini, WinIsis masih merupakan solusi yang murah untuk digunakan memproduksi bebagai produk informasi tercetak khas perpustakaan, pusat informasi dan dokumentasi.

===***===

Aplikasi Athenaum untuk Pengelolaan Koleksi Perpustakaan :Kajian Software.

Oleh Ahmad Saefudin S. (Puslit Bioteknologi LIPI)

Pendahuluan

Perpustakaan adalah suatu tempat atu ruangan dari sebuah gedung atau gedung itu sendiri yang di gunakan untuk menyimpan koleksi informasi baik tercetak maupun dijital untuk dibaca oleh pengguna dan bukan untuk di perjual belikan. Fasilitas perpustakaan saat ini bisa dijumpai hampir di setiap instansi, sekolah, organisasi bahkan di tempat wisata pun sekarang beberapa diantaranya sudah memiliki yang di peruntukan bagi para wisatawan yang ingin menggali informasi lebih akan tempat wisata yang mereka kunjungi. Dan sekarang mungkin bisa dikatakan perpustakaan merupakan fasilitas yang wajib dimiliki oleh setiap lembaga atau kantor bahkan oleh pribadi yang cinta akan ilmu pengetahuan (kalangan intelektual atau yang berpendidikan).

Dengan semakin berkembangnya koleksi perpustakaan yang ada, tentunya diperlukan suatu pengelolaan yang profesional. Saat ini tenaga profesional pengelola perpustakaan cukup banyak yang berlatar belakang pendidikan ilmu perpustakaan baik, melalui studi di bangku kuliah atau pun melalui kursus menjadi pustakawan. Di samping sumber daya manusia yang mengelola tentunya di perlukan juga perangkat lunak yang dapat membantu dan meringankan tugas pustakawan di dalam mengelola koleksi dan melayani pengguna perpustkaan.

Aplikasi Athenaum

Saat ini cukup banyak perangkat lunak yang bisa digunakan oleh pustakawan untuk mengelola koleksi perpustakaan, salah satunya adalah aplikasi Athenaum. Aplikasi ini di kembangkan oleh sebuah perusahaan yang bernama Sumware Consulting. Athenaum dirancang dalam dua versi, yaitu Athenaum Pro atau versi kormesil dan Athenaum Light atau versi gratis (freeware). Untuk versi freeware atau Athenaum Light cukup banyak digunakan di sekolah-sekolah atau perpustakaan lembaga serta pribadi.

Fasilitas Athenaum Light meski bersifat freeware atau gratis akan tetapi sudah cukup untuk di gunakan oleh perpustakaan didalam mengelola koleksi perpustakaan serta melayani pemimjaman oleh anggota. Aplikasi Athenaum ini di kembangkan kembali oleh Kalangan Pustakawan yang tergabung dalam Komunitas Athenaum Light Indonesia (KALI) dengan versi terakhirnya yaitu Athenaum 8.5 yang bisa di download di blog komunitas KALI di http://kali-indonesia.blogspot.com/ . Selain bisa mengunduh di blog ini pun para pengguna bisa saling berdiskusi dengan para ahli pengembangan aplikasi Athenaum 8.5 yang tergabung di dalam KALI.

Fitur Athenaum 8.5

Fitur Athenaum 8.5 yang dikembangkan oleh para developer KALI, yaitu :

  • Pangkalan data buku / dokumen lain,
  • Menu peminjaman,
  • Menu pengembalian,
  • Menu laporan,
  • Pembuatan label buku,
  • Barcode,
  • Statistik
  • Stock opname.

Selain fitur tersebut, satu hal lain yang menjadi daya tarik tersendiri buat Athenaeum yang di kembangkan KALI yaitu aplikasinya dikemas secara freescript, artinya kode atau formula di dalamnya tidak ditutup oleh pembuatnya, sehingga memungkin untuk di kembagkan lagi oleh developer lainnya sesuai kebutuhan. Athenaum sendiri dibangun dan kembangkan menggunakan aplikasi FILEMAKER.

Menggunakan Athenaum 8.5

  1. Downlod aplikasi tersebut pada http://www.4shared.com/file/35435567/a857920b/Athe85.html .
  2. Ekstrak aplikasi tersebut pada folder yang kita inginkan.
  3. Jalankan aplikasi dengan mendouble klik file Athe8.5v1.exe
  4. Masukan password user untuk OPAC atau merdeka untuk administrator [kolom user di kosongkan].

Untuk OPAC akan tampil halaman utamanya seperti berikut (versi GUI contoh) :


Gambar Tampilan Untuk OPAC User


Tampilan halaman penelusuran pada OPAC


Gambar Hasil Penelusuran OPAC


Gambar Tampilan Daftar Katalog Koleksi


Gambar Detil Katalog Hasil Penelusuran

Menu Administrator

Untuk masuk sebagai administrator saat pertama kita menjalankan aplikasi Athenaum, kita harus memasukan password : merdeka tanpa mengisi account , maka akan muncul tampilan sebagai berikut :

Gambar Tampilan Muka saat login Administrator.


Pada tampilan ini kita akan menemukan beberapa menu, untuk menu header yaitu :

  • Peminjaman
  • Pengembalian
  • Anggota
  • Sirkulasi
  • Administrasi

Untuk menu samping:

  • Informasi
  • Pencarian
  • Katalog
  • DDC abridged
  • Web Life
  • Artikel
  • Laporan
  • Keluar

Tampilan daftar katalog

Gambar daftar katalog


Tampilan detil katalog


Menambah data atau record dengan mengklik menu record dan new record dengan

Kemudian kita pilih item lalu pilih isi data.

Begitu juga mengedit, dari daftar katalog dibuka record yang kita cari lalu pilih isi data,

Begitu juga dengan proses sirkulasi, kita bisa menggunakan keyboard atau barcode reader sebagai alat inputnya, yang tentunya akan memudahkan petugas dalam melayani.

Kesimpulan

Dengan cukup lengkapnya fasilitas yang dimiliki aplikasi Athenaum 8.5v1, sudah dapat digunakan untuk mengelola koleksi dan layanan peminjaman perpustakaan dengan baik. Namun meski program ini cukup lengkap , seperti hal pada umumnya untuk aplikasi versi freeware tentu cukup banyak kekurangan di banding versi komersial, sehingga di sarankan jika akan menggunakan aplikasi versi gratis ini, sebaiknya di gunakan untuk perpustakaan yang tidak begitu besar dan aktif, karena jika ada masalah yang penting dan butuh penyelesaian cepat akan cukup sulit bagi pustakawan memberikan solusi yang tepat dan cepat. Aplikasi ini cocok digunakan di perpustakaan kecil seperti perpustakaan pribadi, sekolah atau organisasi kecil.

Daftar referensi

1. Athenaeum 6.0 untuk komputer Jadoel . http://kali-indonesia.blogspot.com di akses 10 mei 2010

2. Apresiasi untuk: AT8.5 (Modifikasi ) . http://kali-indonesia.blogspot.com di akses 8 mei 2010

3. Panduan Athenaum Light 8.5 . http://perpustakaan.lpmp-kalbar.net/koleksi%20elektronik/bahan%20ajar/digilib2007/panduan%20AT85.pdf diakses 8 mei 2010

Monday, March 29, 2010

Seminar Nasional dan Workshop, “How to be part of Indonesian Scientific Portal"

Dear All:

Bersama ini saya lampirkan Undangan, Brosur, dan Formulir Pendaftaran
Seminar Nasional dan Workshop, "How to be part of Indonesian
Scientific Resources Portal" yang diselenggarakan oleh FPPTI Pusat
bekerjasama dengan FPPTI DKI Jakarta.

Document Undangan, Brosur dan formulir Pendaftaran bisa di unduh di
http://groups. yahoo.com/ group/the_ ics/files/ Seminar Nasional FPPTI 2010/

Apabila ada pertanyaan seputar pendaftaran Seminar dan Workshop ini
silahkan hubungi:
1. Ibu Sarinah
Perpustakaan STMT Trisakti
Telp.: (021) 851 6050 ext. 108
Hp: 08128367984
e-mail: yoritupang@yahoo. com

2. Pak Irman Siswadi
Perpustakaan Universitas Indonesia
Telp.: (021) 7270751
HP: 081310774634
e-mail: siswadi02@yahoo. com"

Salam,

Imam Budi P

Latar belakang
Pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni di Indonesia
terutama dalam inovasi dan penemuan baru menjadi agenda penting dalam
dunia pendidikan dan penelitian di Indonesia. Dewasa ini beragam
informasi dari berbagai disiplin ilmu sudah dapat diakses dengan mudah
oleh para pengguna melalui jaringan global, namun karena letak sumber
informasi dan lokasi pengelola yang tersebar membuat informasi yang
sudah dikelola oleh berbagai pihak tidak dapat dimanfaatkan secara
optimal.

Belum lama ini Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
(DP2M-DIKTI) telah mengembangkan sebuah portal bernama Indonesian
Scientific Resources Portal ("Garuda"). Portal ini memfasilitasi
akses E-Journal Domestik dan Karya Ilmiah, seperti: laporan
penelitian, tugas akhir mahasiswa (skripsi, tesis, disertasi), paten,
prosiding, Standar Nasional Indonesia dan pidato pengukuhan yang
dihasilkan oleh akademisi dan peneliti di Indonesia. Beberapa
perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dan PDII – LIPI telah
bergabung di dalam portal ini. Banyak keuntungan yang dapat diperoleh
oleh perguruan tinggi jika bergabung dengan portal ini, misalnya:
1. Portal ini berfungsi sebagai sarana promosi karya ilmiah sivitas akademika baik dalam lingkup nasional maupun internasional;
2. Melalui exposure karya sivitas akademika dari perguruan tinggi di dunia internasional akan diketahui sumbangan perguruan tinggi kontributor dalam siklus perkembangan ilmu secara global;
3. Portal ini juga akan meningkatkan aksesabilitas karya sivitas
akademika perguruan tinggi yang diharapkan akan meningkatkan sitasi
terhadap karya sivitas akademikanya;
4. Meningkatkan aksesabilitas karya sivitas akademika perguruan tinggi melalui jaringan internet, diharapkan akan meningkatkan rangking webometrics perguruan tinggi tersebut;
5. Perguruan Tinggi yang menjadi kontributor akan mendapatkan Piagam Penghargaan dari DIKTI yang akan menyumbangkan nilai bagi
institusinya untuk meningkatkan akreditasi karena telah berjejaring
dengan perguruan tinggi lain di Indonesia

Portal ini akan terus dikembangkan oleh DIKTI, namun sampai saat ini
masih banyak perguruan tinggi di Indonesia yang belum tergabung dalam
portal ini. Hal ini disebabkan karena mereka masih belum mengetahui
bagaimana mekanisme menjadi bagian dari portal ini. Sehubungan dengan
itu, Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Pusat
bekerja sama dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia
(FPPTI) DKI Jakarta akan menyelenggarakan Seminar Nasional dan
Workshop dengan Tema: "How to be part of Indonesian Scientific
Resources Portal".

Tujuan
Seminar Nasional dan Workshop ini bertujuan untuk:
1. Memberikan pemahaman bagi calon kontributor tentang syarat dan
mekanisme menjadi bagian dari portal;
2. Memberikan informasi bagi calon kontributor bagaimana jurnal ilmiah
terbitannya dapat terakrediatasi dan dapat diterima oleh PDII-LIPI
sebagai bagian dari konten portal ini;
3. Memberikan pemahaman bagi calon kontributor tentang syarat dan
mekanisme akreditasi jurnal oleh PDII-LIPI agar dapat menjadi bagian
dari portal;
4. Memberikan pemahaman mengenai pengelolaan sumber informasi digital,
terutama institutional repository, teknis, kebijakan pengumpulan, dan
akses.

Peserta
Peserta Seminar Nasional adalah para Stakeholder Perguruan Tinggi,
Lembaga Penelitian, LSM, Kepala Perpustakaan, IT Lembaga/Perpustakaa n,
Staf Pengajar, Peneliti, Pustakawan, dan Mahasiswa. Peserta Seminar
Nasional dibatasi hanya 250 orang.

Peserta Workshop adalah wakil dari PTN/PTS/Lembaga yang bertugas di
bagian IT, Perpustakaan, Dokumentasi, Digitalisasi, dll. dari calon
dan atau peserta kontributor Indonesian Scientific Resources Portal.
Peserta kegiatan ini dibatasi hanya 60 orang wakil dari
PTN/PTS/Lembaga di Indonesia. Peserta diwajibkan membawa fotokopi 10
halaman judul karya konten lokal (skripsi, tesis, disertasi, dll.)
sebagai bahan praktek.

Waktu dan Tempat
Seminar
Hari/tanggal : Selasa, 20 April 2010
Tempat : Auditorium AJB Gedung F, FISIP-UI
Kampus UI Depok
Waktu : Pukul 08.30 – 16.00 WIB

Workshop
Hari/tanggal : Rabu, 21 April 2010
Tempat : Ruang ITTC Korea Gedung A,
Lantai 2, Perpustakaan UI,
Kampus UI Depok
Waktu : Pukul 08.30 – 16.00 WIB

Jadwal Pelatihan

Selasa, 20 April 2010
Agenda Seminar
08.30 - 09.00 Pendaftaran & Snack Pagi
09.00 - 09.15 Pembukaan Seminar
Dra. Luki Wijayanti, SIP., M.Si. (Ketua
FPPTI Pusat) dan Dra. Endang Ernawati,
M.Lib. (Ketua FPPTI DKI Jakarta)
09.15 - 09.30 Kebijakan DIKTI dalam Pengembangan
Portal Indonesian Scientific Resources
Prof. Dr. Suryo Hapsoro Tri Utomo
(Direktur P2M DIKTI)
09.30 - 10.30 Konten dan Aksesibilitas Indonesian
Scientific Journal Database (ISJD)
Lukman, ST., M.Hum (PDII-LIPI)
10.30 - 11.15 Pengembangan Portal Indonesian
Scientific Resources
Mariyah, Sos., M.Hum. (UI)
11.15 - 12.00 Presentasi Vendor
12.00 - 13.00 Ishoma
13.00 - 13.45 Manajemen Konten Portal Indonesian
Scientific Resources
Dra. Luki Wijayanti, SIP., M.Si.
(Kepala UPT Perpustakaan UI)
13.45 - 14.30 Arsitektur Pengembangan Portal
Indonesian Scientific Resources
Rizal Fathoni Aji, M.Kom.
(Tim Pengembang Portal)
14.30 - 15.30 Pandangan Pengguna terhadap Portal
Indonesian Scientific Resources
Rommy Satrio Wahono, (CEO Brainmatics
dan pendiri Ilmukomputer. com)
15.30 - 15.40 Penutupan Seminar
Dra. Endang Ernawati, M.Lib.
(Ketua FPPTI DKI Jakarta)
15.40 - 15.50 Pembagian Sertifikat
15.50 - 16.00 Snack Sore

Agenda Workshop

08.30 - 09.00 Pendaftaran
09.00 - 09.15 Pembukaan Workshop
Dra. Luki Wijayanti, SIP., M.Si.
(Ketua FPPTI Pusat) dan Dra. Endang Ernawati, M.Lib. (Ketua FPPTI DKI Jakarta)
09.15 - 10.15 Standardisasi Metadata Sumber Daya Digital
Local Content
Elana Suralenggana dan Imam Budi Prasetiawan, SS
10.15 - 11.15 Kebijakan Teknis Penulisan Karya
Akademik
Dra. Endang Ernawati, M.Lib. dan Dra. Winda Habimono
11.15 - 12.15 Kebijakan dan Peraturan Akses Local
Content
Dra. Luki Wijayanti, SIP., M.Si.
12.15 - 13.15 Ishoma
13.15 - 14.45 Praktik Pengisian Lembar Kerja Elektronik
Drs. Irman Siswadi, SIP., M.Hum. dan Dra. Riana Mardina
14.45 - 15.30 Praktik Penyerahan Metadata Digital untuk
Portal
Rizal Fathoni Aji, M.Kom. dan
Gladhi Guardin, S.Kom
15.30 - 15.40 Penutupan Workshop
Dra. Luki Wijayanti, SIP., M.Si.
(Ketua FPPTI Pusat)
15.40 – 16.00 Pembagian Sertifikat dan Snack Sore

Biaya
Biaya kontribusi seminar sebesar Rp. 200.000,- (Dua ratus ribu
rupiah), sementara biaya tambahan bagi peserta yang mengikuti
workshop sebesar Rp.300.000,- (Tiga ratus ribu rupiah). Mohon biaya
ditransfer ke Rekening Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia
(FPPTI) DKI Jakarta, a.n.:
Dra. Endang Ernawati
BCA KCP Bina Nusantara
No. Rekening: 5270123122

Biaya tersebut paling lambat diterima panitia tanggal 16 April 2010.
Bukti transfer dikirim ke :
Irman Siswadi di No.Faks. : (021) 7863469; email: siswadi02@yahoo. com
atau Sarinah di No.Faks.: (021) 8569340; email: yoritupang@yahoo. com

Fasilitas
Peserta Seminar akan mendapatkan seminar kit, sertifikat, materi, dan
konsumsi. Sementara Peserta Workshop akan mendapatkan fasilitas
tambahan yaitu workshop kit, materi, sertifikat, dan konsumsi.
Panitia tidak menyediakan akomodasi bagi peserta.

Pendaftaran
Pendaftaran seminar dimulai tanggal 22 Maret – 19 April 2010. Untuk
pendaftaran, silakan menghubungi:

1. Irman Siswadi
Perpustakaan Universitas Indonesia
Telp.: (021) 7270751
HP: 081310774634 e-mail: siswadi02@yahoo. com

2. Sarinah
Perpustakaan STMT Trisakti
Telp.: (021) 851 6050 ext. 108
Hp: 08128367984 e-mail: yoritupang@yahoo. com

Friday, November 13, 2009

STRATEGI PEROLEHAN ANGKA KREDIT DALAM JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN*

Oleh

Achmad Djunaedi**)

aajunaedi@yahoo.com.



Pendahuluan

Pembinaan jabatan fungsional pustakawan di lingkungan instansi pemerintah antara lain ditujukan untuk menjamin perkembangan profesionalisme yang berimplikasi pada peningkatan kegiatan yang berdayaguna, dan berhasilguna bagi masyarakat. Perolehan angka kredit merupakan indikator prestasi pejabat pustakawan yang berpedoman pada SK MENPAN No. 132 tahun 2002. Angka kredit adalah angka yang diberikan berdasarkan penilaian yang telah dicapai oleh seorang pustakawan dalam mengerjakan butir-butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat/jabatan. Untuk itu kinerja pustakawan dalam mengelola perpustakaan, dokumentasi, dan informasi diukur dengan angka kredit, sepenuhnya tergantung prestasi yang dicapai pada periode tertentu, yang selanjutnya dituangkan dalam Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) pustakawan.

Dalam perkembangan jabatan fungsional pustakawan, masih ada pejabat pustakawan yang belum mengumpulkan angka kredit sesuai dengan yang dipersyaratkan berupa laporan pada DUPAK. Bahkan masih banyak “kredit macet” sehingga angka kredit yang terkumpul tidak memenuhi jumlah yang dipersyaratkan. Hal ini merupakan keadaan yang cukup memprihatinkan bagi perkembangan pustakawan. Oleh karena itu sebagai pustakawan profesional dituntut untuk rajin dengan kreativitas tinggi, kritis, dan jeli terhadap peluang perolehan angka kredit. Pustakawan sering merasakan sempit lahannya/kegiatannya dan kecil nilainya, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan strategi dalam perolehannya.

Perpustakaan mempunyai tugas dan fungsi untuk memenuhi kebutuhan informasi yang tidak saja ditujukan kepada pengguna perpustakaan sebagai fungsi pokoknya, tetapi juga kepada pengelola perpustakaan, yaitu pustakawan itu sendiri. Pendit, (1996) membagi fungsi utama perpustakaan menjadi 2 (dua) kelompok yaitu: (a) fungsi perpustakaan yang terus menerus (termasuk di dalamnya fungsi memilih, mengumpulkan, dan menyimpan pengetahuan agar dapat ditemukan kembali jika diperlukan), dan (b) fungsi yang bersifat daur ulang (cyclical), yaitu fungsi pendidikan dan latihan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang akan melaksanakan fungsi pertama di atas.

Tujuan dari makalah ini adalah agar pejabat pustakawan sebagai pengelola perpustakaan, dokumentasi, dan informasi (perpusdokinfo) terketuk hatinya untuk terus meningkatkan kemampuan dirinya dengan mengkaji strategi dalam perolehan angka kredit. Kemampuan yang diperoleh dari pendidikan atau latihan untuk dapat melaksanakan profesi dengan baik ini disebut professional. Pustakawan juga harus berupaya menghasilkan angka kredit yang berbobot dan bermanfaat, karena apabila pencapaian angka kredit dengan kualitas kerja yang tidak memadai tidak memberikan manfaat apa-apa bagi peningkatan produktivitas kerja dan peningkatan profesionalisme pustakawan yang bersangkutan maupun bagi instansinya (Sitorus, D. 2002).

Memahami Tugas Pokok dan Unsur Kegiatan

Agar jabatan fungsional pustakawan dapat diterapkan dengan baik pada unit kerja masing-masing, disarankan agar unit kerja tersebut terlebih dahulumempelajari dan memahami jabatan fungsional pustakawan yang ditetapkan dalam Keputusan MENPAN No. 132 tahun 2002. Petunjuk pelaksanaan Keputusan MENPAN tersebut ditetapkan dalam SK Bersama Kapala Perpustakaan Nasional R.I dan Kepala Badan Kepegawaian Negara No. 23 dan No. 21 tahun 2003. Serta Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI No. 10 tahun 2004 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya.

Tugas pokok dalam pasal 4 (empat) SK MENPAN No. 132/2002 tersebut meliputi kegiatan pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka/sumber informasi, dan kegiatan pemasyarakatan perpusdokinfo. Berdasarkan SK MENPAN tersebut membagi 2 (dua) jabatan pustakawan tingkat terampil dan tingkat ahli. Tugas pokok pejabat fungsional pustakawan tingkat ahli ditambah dengan kegiatan pengkajian pengembangan perpusdokinfo.

Unsur dan sub unsur kegiatan pustakawan yang dapat dinilai angka kreditnya adalah :

  1. sub unsur perolehan ijazah/gelar dan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat.
  2. Unsur pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka/sumber informasi meliputi sub unsur pengembangan koleksi; pengolahan bahan pustaka; penyimpanan dan pelestarian bahan pustaka; dan pelayanan informasi
  3. Unsur pemasyarakatan perpusdokinfo meliputi sub unsur penyuluhan; publisitas; dan pameran.
  4. Unsur pengkajian dan pengembangan perpusdokinfo yang meluputi sub unsur pengkajian; pengembangan perpustakaan; analisis/kritik karya kepustakawanan; penelaahan pengembangan di bidang perpusdokinfo.
  5. Unsur pengembangan profesi, meliputi sub unsur membuat karya tulis/karya ilniah di bidang perpusdokinfo; menyusun pedoman/petunjuk teknis; menerjemahkan/-menyadur buku dan bahan-bahan lain; melakukan tugas sebagai Ketua kelompok/Koordinator pustakawan atau memimpin unit perpustakaan; menyusun kumpulan tulisan untuk dipublikasikan; memberikan konsultasi kepustakawanan yang bersifat konsep.
  6. Unsur penunjang meliputi sub unsur mengajar; melatih; membimbing mahasiswa dalam penyusunan skripsi, tesis, disertasi yang berkaitan dengan ilmu perpusdokinfo; memberikan konsultasi teknis sarana dan prasarana perpusdokinfo; mengikuti seminar, lokakarya dan pertemuan bidang kepustakawanan; menjadi anggota organisasi profesi kepustakawanan; melakukan lomba kepustakawanan; memperoleh penghargaan/tanda jasa; memperoleh gelar kesarjanaan lainnya; menyunting risalah pertemuan ilmiah; dan keikutsertaan dalam tim penilai jabatan pustakawan.

Butir-butir kegiatan dari unsur dan sub unsur pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka/sumber informasi dalam perolehan angka kredit dapat dilakukan oleh semua jenjang jabatan fungsional pustakawan walaupun diluar kewajiban dari tugas pokok untuk masing-masing jenjang jabatan pustakawan. Karena perolehan angka kredit dari kegiatan tersebut dapat dinilai dan merupakan kegiatan rutin yang lazim dilakukan oleh pengelola suatu perpustakaan. Begitu pula dengan SK MENPAN No. 132/2002 pasal 8 Bab V rincian kegiatan dan unsur yang dinilai dalam pemberian angka kredit menyatakan bahwa apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat jenjang jabatan Pustakawan yang melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) dan (2), Pustakawan yang satu tingkat di atas atau di bawah jenjang jabatan dimaksud dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan secara tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan.

Jumlah kumulatif perolehan angka kredit yang terkumpul dari unsur dan sub unsur dari butir-butir kegiatan tersebut di atas mulai (a) sampai (e) merupakan kegiatan utama dengan nilai angka kredit minimal 80 %, sedangkan (f) merupakan unsur kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas pokok dengan nilai angka kredit sebanyak-banyaknya 20 %.

Strategi Perolehan Angka Kredit

Banyak pustakawan beranggapan bahwa angka kredit dari setiap butir kegiatan perpustakaan terlalu kecil, sehingga timbul rasa enggan untuk melaksanakan pekerjaan yang nilainya kecil. Tetapi hal ini bagi pejabat pustakawan yang professional dan bertanggung jawab atas jabatannya merupakan suatu tantangan yang harus diatasi oleh pustakawan itu sendiri. Tjitropranoto (1995) berpendapat bahwa kemampuan pustakawan yang harus dimiliki oleh pengelola perpustakaan antara lain harus mahir dalam kegiatan pokok perpustakaan, mampu memanfaatkan perkembangan IPTEK untuk memperoleh teknik dan prosedur kerja di perpustakaan secara lebih efektif dan efisien.

Sesuai dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, dalam kegiatan sehari-hari pustakawan
harus dapat memanfaatkan teknologi informasi (TI) tersebut di perpustakaan yang mencakup Computers, Content, and Communication (3-C) sehingga memberikan pengaruh yang luar biasa kepada perkembangan dunia ilmu pengetahuan (Soedjana, 2003). Beberapa strategi dalam perolehan angka kredit yang diperlukan pejabat pustakawan dalam pengajuan DUPAK antara lain adalah :

1. Membuat Rencana Kerja

Peningkatan kemampuan dan keahlian pejabat pustakawan yang masih kurang serta prosedur dan metode kerja yang lemah merupakan masalah yang harus diatasi pustakawan. Ma’arus (2001) mengemukakan bahwa pada umumnya pustakawan tidak memiliki rencana kerja dalam melaksanakan kegiatan tugasnya, padahal rencana kerja sangat penting karena dapat menjadikan pustakawan lebih produktif dan bekerja lebih terarah. Untuk itu pejabat pustakawan perlu membuat rencana atau program kerja kegiatan, terutama yang menjadi tugas pokok dan mencatat hasilnya pada laporan kegiatan harian.

Rencana kerja atau rencana operasional adalah rancangan program setiap kegiatan yang akan dilakukan oleh pustakawan dalam kurun waktu tertentu yang disetujui oleh pimpinan unit kerja/pejabat yang ditunjuk. Rencana tersebut minimal membuat latar belakang, tujuan, sasaran/target yang akan dicapai, metode penyelesaian, dana, dan
jadwal pelaksanaan. Perolehan angka kredit dari rencana kerja yang dapat dinilai semua sub unsur dengan butir kegiatan menyusun rencana operasional dari mengumpul data, mengolah data dengan nilai 0,031 dan 0,085 per laporan. Setiap kegiatan dikalkulasikan pada setiap akhir bulan sampai akhir tahun sehingga hal ini akan memudahkan pustakawan dalam penyusunan laporan DUPAK.

2. Kreativitas

Eksistensi profesi pustakawan dinilai belum mencapai kondisi yang maksimal baik secara kualitatif maupun kuantitatif, namun tentunya upaya pembinaan dan peningkatan terus menerus dilakukan. Hal ini amatlah penting karena keberadaan pustakawan merupakan kunci akan maju mundurnya sebuah perpustakaan, dengan demikian pustakawan dituntut peran kreativitasnya (Makdriani, 1996). Beberapa penelitian berkesimpulan bahwa faktor penghambat pustakawan dalam perolehan angka kredit salah satunya adalah kreativitas yang terbatas. Begitu pula Djunaedi (1996) berpendapat bahwa ketergantungan pustakawan pada orang lain dan kebiasaan bekerja berdasarkan instruksi membuat pustakawan menjadi pasif. Oleh karena itu inisiatif dan kreativitas pejabat pustakawan diperlukan untuk menghasilkan produktivitas yang maksimal seperti pada kegiatan :

a. Membuat Daftar Hasil Penelusuran.

Kegiatan penelusuran informasi banyak dibutuhkan dan dimanfaatkan oleh pengguna perpustakaan, khususnya yang tidak dapat datang ke perpustakaan. Dalam pelaksanaanya masih ditemukan berbagai permasalahan, tetapi Winarko (1994) menyatakan bahwa permasalahan dapat diatasi dengan cara mengolah kembali hasil-hasil penelusuran yang pernah dilakukan menjadi file informasi yang lengkap, sehingga dapat dimanfaatkan kembali pada saat diperlukan. Hasil penelusuran berupa data bibliografi yang mencakup kepengarangan, judul, dan sumber informasi yang kemudian dibuat dalam suatu file Daftar Hasil Penelusuran dengan suatu topik/subyek atau komoditas tertentu.

Kegiatan penelusuran merupakan salah satu kegiatan pokok perpustakaan dengan nilai angka kredit yangt cukup besar yaitu 0,007/topik/jdl untuk pustakawan tingkat terampil dan nilai 0,009/topik/jdl. bagi pustakawan tingkat ahli. Hasil Penelusuran tersebut dapat dijadikan bahan pembuatan Bibliografi dan diharapkan dapat meningkatkan volume dan bobot kegiatan. Oleh karena itu pustakawan dengan didorong motivasi kuat, mandiri, dan proaktif menyajikan informasi terbaru baik diminta maupun tidak akan selalu prima dalam meningkatkan kinerja layanan perpustakaan.

b. Pembuatan Bibliografi

Pustakawan hendaknya kritis dan jeli memanfaatkan butir-butir kegiatan perpustakaan dalam memperoleh angka kredit dengan istilah “sekali merengkuh dayung dua-tiga pulau terlampaui”. Dalam pembuatan suatu bibliografi banyak butir kegiatan yang saling berkaitan serta dianjurkan informasinya yang sedang “in” misalnya Bibliografi Khusus “Flu Babi (HıNı)” dan “Pertanian Organik” yang menjadi topik pembicaraan masyarakat sehingga kemungkinannya informasi dari artikel tersebut banyak diperlukan dan dimanfaatkan pengguna (user). Ma’arus (1992) berpendapat bahwa pelaksanaan setiap butir kegiatan dapat dikaitkan dengan kegiatan lainnya, sehingga berpeluang untuk memperoleh angka kredit yang banyak

Keterkaitan dari kegiatan sub unsur kegiatan pengembangan koleksi, pengolahan bahan pustaka, sampai penyimpanannya untuk siap dimanfaatkan pengguna pada kegiatan layanan perpustakaan. Seperti mulai dari kegiatan: Registrasi bahan pustaka nilai 0,0002/eks.; Mengindentifikasi bahan pustaka 0,003/jdl.; Verifikasi data bibliografi, 0,0007/jdl.; Katalogisasi sederhana/komplek 0,001/0,007/jdl.; Klasifikasi sederhana/ kompleks ,003/0,007/jdl.; Membuat anotasi/tajuk subjek 0,005 /jd., 0,006 /jd. Mengalihkan data bibliografi secara manual maupun elektronik 0,0002 dan 0,0003/ctm.; Menyunting data bibliografi 0,0025/ctm.; Mengelola data bibliografi bentuk kartu katalog atau basis data 0,0005 dan 0,005/ctm/file; Menyusun bibliografi 0,005/ctm.; Membuat kelengkapan bahan pustaka 0,001/eks.; dan Mengelola jajaran bahan pustaka 0,0003/eks. Jika di jumlah kegiatan tersebut bernilai 0,038 untuk setiap entri/record, sehingga apabila sebanyak 100 entri/record bernilai angka kredit 3,8.


c. Membuat Karya Tulis.

Pustakawan disamping mengerjakan pekerjaan sehari-hari (rutinitas) hendaknya mampu mengembangkan kreativitas dan daya nalar seperti pembuatan karya tulis. Pustakawan berpeluang besar untuk membuat karya tulis, karena memiliki akses terhadap sumber informasi yang luas dan beragam. Kegiatan menulis ini merupakan kegiatan utama dari unsur pengembangan profesi seperti kegiatan menyusun pedoman atau petunjuk teknis Perpusdokinfo dan sebagainya. Disamping itu nilai angka kredit cukup besar dengan nilai angka kredit 3,500 bagi makalah/karya tulis yang tidak diterbitkan dan nilai 6,000 untuk karya tulis yang diterbitkan.

Tujuan membuat karya tulis antara lain adalah perolehan angka kredit yang dapat digunakan dalam kenaikan pangkat/jabatan. Begitu pula Sumantri (2004) dalam penelitiannya berpendapat bahwa disamping tujuan tersebut diatas, faktor yang mendukung motivasi pustakawan dalam membuat karya tulis adalah minat dan lingkungan yang mencintai kegiatan baca-tulis, sedangkan sebagai penghambat adalah kurangnya penguasaan teknik penulisan. Oleh karena itu pustakawan perlu mengikuti pelatihan penulisan walaupun selama ini belum secara khusus mendapat bimbingan penulisan, tetapi berani mencoba dan memulai dari diri sendiri serta secara aktif dan inisiatif minta bimbingan pustakawan senior yang berpengalaman.


3. Memanfaatkan TI

Kemajuan teknologi informasi (TI) termasuk didalamnya teknologi komputer sekarang ini sudah memungkinkan para
pustakawan untuk meningkatkan kualitas kinerjanya. Perangkat keras dan lunak untuk keperluan tersebut sudah tersedia banyak dan beraneka ragam, serta relatif mudah pengoperasiannya. Banyak pilihan program-program yang dapat dimanfaatkan dan cocok untuk kegiatan perpustakaan seperti; CDS/ISIS, Winisis, Greenstone, Inmagic, Igloo dan sebagainya.

Komputer dapat menyajikan data dokumen dalam file dan record jumlah yang sangat besar serta penemuaan kembalinyapun bisa dilakukan dengan cepat. Pemanfaatan komputer khususnya pada kegiatan pengolahan bahan pustaka dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan taat azas. Taat azas ini merupakan salah satu hal yang penting dalam mengolah bahan pustaka yang dilakukan pada program (winisis) yang sama dimana walaupun pustakawannya berbeda. Begitu pula administrasi layanan yang menggunakan komputer akan jauh lebih baik, dimana komputer akan membuat statistik secara automatis dan banyak lagi keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan komputer atau teknologi informasi lainnya.

Pejabat pustakawan tidak akan lagi dinilai “gaptek” (gagap teknologi) jika pustakawan terus berupaya meningkatkan kemampuannya dalam bidang TI. Sebagaimana yang dikemukakan Soedjana (2003) bahwa dalam perkembangan selanjutnya dimasa mendatang pustakawan akan dan dapat menjadi pengelola situs web beserta kelengkapannya. Dalam kondisi seperti ini tugas pustakawan menjadi lebih ringan oleh berbagai fasilitas TI, tapi disisi lain beban pustakawan akan semakin berat karena semakin meningkatnya jumlah, kualitas dan keragaman informasi yang harus ditangani.


4. Komunikasi

Komunikasi antara pengguna dan pustakawan sebagai pengelola informasi merupakan hal penting untuk dapat memenuhi tujuan dan kebutuhan pengguna secara efektif dan efisien. Berhubungan langsung dengan cara tatap muka, tanya jawab, dan diskusi, menggunakan sarana komunikasi seperti: surat menyurat, telepon, faximile, dan e-mail. Pesatnya perkembangan TI dan sarana komunikasi saat ini sangat membantu pustakawan dalam memberikan/menyampaikan informasi secara cepat dan murah. Penyebaranluasan informasi menggunakan media elektronis dilakukan melalui layanan internet maupun media komunikasi lain seperti handphone (HP) untuk mengirim pesan singkat Short Messages Service (SMS). Pengiriman informasi (teks, gambar, dan sebagainya) dapat dilakukan menggunakan fasilitas attachment dengan e-mail melalui jaringan global yaitu internet.

Hosting atau Space dapat digunakan pustakawan untuk meletakkan/menyimpan file–file yang telah dibuat sebelumnya agar website/halaman web dapat ditampilkan di jaringan internet. Ada perusahaan yang bergerak dibidang teknologi informasi menyediakan layanan hosting gratis, seperti perusahaan yang sudah terkenal di dunia internet khususnya dalam hal pelayanan email gratis yaitu www.yahoo.com.

Penutup

Upaya untuk perolehan angka kredit pejabat fungsional pustakawan terlebih dahulu perlu memahami segala ketentuan yang tertuang dalam Keputusan MENPAN No. 132 tahun 2002 dan Keputusan Bersama Kapala Perpusnas RI dan Kapala BKN No. 23 dan No. 21 tahun 2003 yang menjadi pedoman pelaksanaannya. Pengumpulan angka kredit yang dipersyaratkan bagi pejabat fungsional pustakawan tidak hanya sekedar menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah memenuhi syarat angka kredit untuk kenaikan pangkat atau jabatan, tetapi sekaligus indikator yang menunjukkan prestasi kerja yang baik.

Tugas pokok yang menjadi kegiatan rutin perpustakaan memungkinkan pustakawan akan lebih banyak lagi perolehan angka kredit. dengan berupaya meningkatkan kemampuan dan pengetahuan secara mandiri yang penuh kreativitas serta memanfaatkan TI khususnya komputer. Fasilitas dikomputer sangat membantu pustakawan dalam melaksanakan kegiatan pekerjaannya secara cepat, efektif, dan efisien. Mengembangkan kreativitas dan daya nalar pustakawan dalam perolehan angka kredit yang bernilai besar seperti pembuatan karya tulis.


Daftar Pustaka

Djunaedi, A. 1998.
Upaya mengatasi masalah pelaksanaan jabatan fungsional pustakawan.
Jurnal Perpustakaan Pertanian 7(2) : 48-51

Keputusan Bersama
Kepala Perpustakaan Nasional RI dan Kepala Badan Kepegawaian Negara
Nomor: 23 tahun 2003 dan Nomor: 21 tahun 2003 tanggal 13 Juni 2003
tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka
Kreditnya.

Keputusan Kepala
Perpustakaan Nasional RI Nomor 10 tahun 2004 tentang Petunjuk Teknis
Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya.

Keputusan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 132/KEP/M.12/2002 tanggal 3
Desember 2002 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka
Kreditnya.

Ma’arus,
F. 1992. Usaha memperoleh angka kredit dalam jabatan fungsional
pustakawan. Jurnal Perpustakaan Pertanian 1(1) :19-22

__________2001.
Meningkatkan kinerja pustakawan dalam melaksanakan kegiatan
fungsional. Jurnal Perpustakaan Pertanian 10(1) :1-5

Makdriani, S. 1996. Upaya peningkatan mutu pustakawan. Media Pustakawan 3(2): 18-21

Mansjur, S. 2007. Butir-butir kegiatan pustakawan dan angka kreditnya. Seri Pengembangan Perpustakaan Pertanian no. 40 : 23 p.

Pendit,
P.L. 1996. Perubahan orientasi dalam era informasi. Prosiding seminar
sehari layanan Pusdokinfo berorientasi pemakai di era informasi :
pandang akademisi dan praktisi. Depok : Program Studi Ilmu
Perpustakaan, Program Pascasarjana, Universitas Indonesia : 1-10

Sitorus,
D. 2002. Pengembangan jabatan fungsional dan pokok-pokok perubahan
peraturan yang mendasarinya. Media Pustakawan 9(4) : 1-4

Soedjana,
D. (2003). Arah kebijakan pengembangan tenaga fungsional pustakawan
Departemen Pertanian
dalam
Makalah Pelatihan Peningkatan Kemampuan Pejabat Pustakawan Departemen
Pertanian. PMP-SDMP, Ciawi- Bogor, 10-16 Agustus 2003.

Sumantri,
U.P. 2004. Motivasi pustakawan dalam menulis karya tulis ilmiah yang
dipublikasikan. Jurnal Perpustakaan Pertanian 13(2) :41-46

Tjitropranoto,
P. 1995. Kriteria sumber daya manusia di perpustakaan. Jurnal
Perpustakaan Pertanian 4(2) : 27-32

Winarko,
B. (et al) 1994. Masalah penelusuran informasi ilmiah secara manual
dan pemecahannya.
Jurnal Perpustakaan Pertanian 3(1) : 9-12

Thursday, September 03, 2009

Membangun Web Server untuk Perpustakaan dengan XAMPP

Oleh Ahmad Saefudin S


I. Pendahuluan

Pada saat ini teknologi komputer atau yang lebih di kenal dengan IT tidak lepas dari kehidupan kita terutama dalam keseharian pekerjaan. Hampir rata-rata pekerjaan menggunakan IT mulai dari alat telekomunikasi telepon, fax, sampai internet.

Di dalam pelayanan informasi khususnya di dunia perpustakaan juga tidak terlepas dari penggunaan IT, informasi bibliografi katalog serta lainnya di simpan di dalam suatu pangkalan data atau lebih di kenal database. Database ini biasanya di simpan dalam suatu sistem perangkat keras komputer yang di peruntukan beroperasional 24 jam yang disebut komputer server. Didalam komputer server ini terdapat sistem operasi selain itu terdapat pula aplikasi-aplikasi perangkat lunak lainnya yang di butuhkan.

Didalam memberikan layanan perpustakaan terhadap pengguna secara online 24 jam melalui jaringan internet dibutuhkan suatu aplikasi yang dinamakan aplikasi web server.

Apa itu web server? Berdasarkan penjabaran pengertian menurut Web Wapedia Web Server atau Server web adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Server web yang terkenal diantaranya adalah Apache dan Microsoft Internet Information Service (IIS). Apache merupakan server web antar-platform, sedangkan IIS hanya dapat beroperasi di sistem operasi Windows. Server web juga dapat berarti komputer yang berfungsi seperti definisi di atas. [ http://wapedia.mobi/id/Server_web ]

Dalam tulisan ini web server yang akan digunakan adalah web server berbasis Apache. Server HTTP Apache atau Server Web/WWW Apache adalah server web yang dapat dijalankan di banyak sistem operasi (Unix, BSD, Linux, Microsoft Windows dan Novell Netware serta platform lainnya) yang berguna untuk melayani dan memfungsikan situs web. Protokol yang digunakan untuk melayani fasilitas web/www ini mengunakan HTTP. . [ http://id.wikipedia.org/wiki/Apache_HTTP_Server ]

Software Apache merupakan perangkat lunak sumber terbuka atau lebih dikenal dengan opensource yang dikembangkan oleh komunitas terbuka yang dinaungi sebuah yayasan Apache Software Foundation

Dalam perkembangannya Apache banyak dijadikan dasar web server yang di kombinasikan dengan aplikasi lain seperti aplikasi database [mysql, progress sql dan lainnya] , dengan bahasa pemograman PHP, PERL dan lainnya. Beberapa produk malah di satukan dalam salah satu paket web server untuk memudahkan pengguna dalam membangun web server baik untuk uji coba atau pengembang bahkan untuk di aplikasikan. Paket web server apache untuk windows yang terkenal adalah paket windows, apache, mysql dan php dan lebih dikenal dengan istilah WAMP jika di tambah Perl maka di singkat WAMPP, begitu juga untuk linuk dikenal dengan istilah LAMP atau LAMPP.

Diantara produk non komersial atau freeware yang terkenal dan bebas digunakan yaitu XAMPP. XAMPP merupakan produk paket web server Apache , MySQL, PHP, PERL yang dapat di install di windows, linux, solaris atau machintos. Software XAMPP ditujukan bagi pengguna awam bahkan pengembang atau developer dalam membangun personal home page, atau web server untuk tujuan pengembangan web atau portal. XAMPP tidak ditujukan untuk digunakan sebagai web server yang sifatnya layanan produktif atas pertimbangan keamanan. Alamat web site resmi Xampp yaitu http://www.apachefriends.org .

Alasan memilih web server XAMPP :
• Free atau bebas digunakan
• Sangat mudah untuk di install
• Terdiri dari beberapa paket program yang berguna bagi pengembangan dan aplikasi web server
• Dapat di install untuk berbagai sistem operasi seperti MS Windows, Solaris, Linux, Machintos

Paket software yang yang berguna yang terdapat pada XAMPP yang berguna bagi pengembangan dan aplikasi web server yaitu :

XAMPP untuk Linux
Distribusi untuk OS Linux ( telah di test pada SuSE, RedHat, Mandrake dan Debian) terdiri: Apache, MySQL, PHP & PEAR, Perl, ProFTPD, phpMyAdmin, OpenSSL, GD, Freetype2, libjpeg, libpng, gdbm, zlib, expat, Sablotron, libxml, Ming, Webalizer, pdf class, ncurses, mod_perl, FreeTDS, gettext, mcrypt, mhash, eAccelerator, SQLite dan IMAP C-Client.
XAMPP untuk Windows
Distribusi untuk OS MS Windows ( telah di tes pada Windows 98, NT, 2000, 2003, XP dan Vista). Versi ini terdiri Apache, MySQL, PHP + PEAR, Perl, mod_php, mod_perl, mod_ssl, OpenSSL, phpMyAdmin, Webalizer, Mercury Mail Transport System untuk Win32 dan NetWare Systems v3.32, Ming, JpGraph, FileZilla FTP Server, mcrypt, eAccelerator, SQLite, and WEB-DAV + mod_auth_mysql.

XAMPP for Mac OS X
Distribusi untuk Mac OS X terdiri dari : Apache, MySQL, PHP & PEAR, SQLite, Perl, ProFTPD, phpMyAdmin, OpenSSL, GD, Freetype2, libjpeg, libpng, zlib, Ming, Webalizer, mod_perl, eAccelerator, phpSQLiteAdmin.
XAMPP for Solaris
Distribusi untuk OS Solaris (dikembangkan dan di test pada Solaris 8, di test dengan Solaris 9) terdiri dari: Apache, MySQL, PHP & PEAR, Perl, ProFTPD, phpMyAdmin, OpenSSL, Freetype2, libjpeg, libpng, zlib, expat, Ming, Webalizer, pdf class.

Pengembang memberikan peringatan akan produk ini yang menyatakan mereka tidak menanggung resiko atas penggunaan software ini.


Instalasi XAMPP

Sebelum melakukan instalasi XAMPP tentunya kita harus mendowload software XAMPP di http://www.apachefriends.org. Pada halaman download untuk versi windows kita dapat memilih versi paket dasar, upgrade atau develop dalam bentuk file installer, compress dalam file zip atau EXE [7-zip].

Setelah kita mendownload maka dapat segera melakukan proses instalasi, pada tulisan ini XAMPP yang akan digunakan adalah XAMPP untuk OS MS Windows, windows yang akan digunakan adalah windows XP SP2.

Instalasi pada OS Windows XP
Metode I: Installasi dengan File Installer
Instalasi XAMPP menggunakan versi installer sangat mudah.
Double klik file installer maka akan muncul dialog box yang menaynayakan XAMPP akan di install di mana, setelah ditentukan ikuti saja perintah selajutnya sampai selesai.


Gambar 1. Dialog box untuk XAMPP win32

Setelah instalasi selesai, program XAMPP akan di temukan pada menu Start / Programs / XAMPP. Untuk menjalankan dan memberhentikan server serta untuk install dan uninstall servis bias menggunakan Control Panel XAMPP.


Gambar 2. Control Panel XAMPP untuk menjalankan/stop Apache, MySQL, FilaZilla & Mercury atau install sebagai servis server.

Metode II: "Instalasi" tanpa Installer
Download dan unzip the 7-zip atau zip ke dalam folder yang dipilih.



Pada kasus ini XAMPP di ekstrak ke dalam folder D:\Program Files and will get a D:\Program Files\XAMPP folder. Setelah di ekstrak , buka folder tadi dan jalankan file "setup-xampp.bat".



Gambar 3. Folder XAMPP di d:\program files\xampp


Gambar 4. Message Process box pada saat file “setup-xampp.bat” dijalankan
Catatan : jika menggunakan versi installer kita tidak perlu menjalankan file "setup_xampp.bat".

Menjalankan XAMPP tanpa setup!

Jika kita mengekstrak XAMPP di folder paling atas bukan subfolder seperti c:\xampp atau d:\xampp dan sebagainya, kita dapat menjalankan XAMPP langsung. Program seperti Apache, MySQL and Mercury Mail server dapat jalan dengan baik, FileZilla FTP server tidak bias langsung jalan karena program ini memerlukan paths yang pasti. Di anjurkan jangan menggunakan folder ganda seperti c:\xampp\xampp! Kita memerlukan single folder untuk xampp. Untuk mensetup konfigurasi path maka kita harus menjalankan "setup-xampp.bat".
Menampilkan Web

Melalui control panel kita jalankan apache dan mysql, maka ketika kita mengakses web pada halaman http://localhost akan tampil menu pilihan bahasa dari xampp jika kita klik akan muncul menu web admin yang di sertai beberapa contoh aplikasi seperti berikut.


Gambar 5 contoh tampilan web admin XAMPP untuk flash.


Jika kita ingin menampilkan halaman web yang kita buat kita harus menyimpannya di bawah sub folder htdocs contohnya : c:\xampp\htdocs , file yang akan kita simpan misalnya profile.html maka untuk menampilkannya kita bisa mengakses di http://localhost/profile.html.
Fasilitas Administrasi database dengan PHPMyAdmin

Untuk mengelola database XAMPP meengkapinya dengan program PHPMyAdmin.


Gambar 6. Tampilan PhpMyAdmin

Keamanan [XAMPP Security console ]

Seperti yang telah di terangkan sebelumnya, XAMPP tidak di maksudkan untuk digunakan sebagai webserver servis aktif, tapi di tujukan hanya untuk pengembangan. Akan tetapi jika hanya di peruntukan sebagai fasilitas intranet sederhana yang tidak terkoneksi dengan jaringan luar, XAMPP sudah cukup memenuhi.

Beberapa daftar celah keamanan yang ada pada XAMPP yang harus di konfigurasi ulang:
• MySQL administrator (root) tidak memiliki password.
• MySQL daemon dapat di akses via jaringan.
• PhpMyAdmin dapat di akses via jaringan.
• Contoh aplikasi dapat di akses via jaringan .
• User untuk Mercury dan FileZilla sudah diketahui.

Amankan semua konfigurasi XAMPP sebelum mempublikasikan /mengaktifkan web dan aplikasi. Berikut halaman konfigurasi sekuriti/keamanan sederhana di bias di temukan di web control panel XAMPP.


Gambar 7. Halaman konfigurasi kemanan

Konfigurasi keamanan yang dapat dirubah melalui halaman ini yaitu merubah password MySQL dan PhpMyAdmin serta password untuk mengakses halaman dai direktori XAMPP.
Uninstall XAMPP

Untuk meng uninstall XAMPP, jika menggunakan installer pada saat menginstal, maka untuk uninstall cukup menjalankan file uninstall.exe di folder dimana XAMPP di install. Tapi jika menginstall XAMPP menggunakan file compress, untuk uninstall cukup dengan menghapus folder XAMPP. Semua proses uninstall tentunya harus didahului dengan proses mematikan semua aplikasi dan servis yang aktif pada XAMPP.


Gambar 9. Folder XAMPP

Versi Lite XAMPP

XAMPP Lite yaitu versi simple atau paket ringan dari XAMPP, beberapa Server seperti server mail Mercury Mail dan ftp FileZilla tidak disertakan serta tidak ada versi install , add on atau upgrade untuk versi ini.
Penempatan File Web
Sub Folder htdocs merupakan sub folder utama untuk meletakan file file yang akan di online kan. Sub folder dapat di temukan di \xampp\htdocs. Selain itu kita bias juga membuat sub folder di bawah sub folder htdocs misalnya berita dengan file news.html, maka untuk mengaksesnya kita bias membukanya dengan browser ke alamat http://localhost/berita/news.html. Halaman pertama yang langsung tampil adalah file yang bernama index.html atau index.php, sementara file lain yang dapat dijalankan pada XAMPP, yaitu :
• CGI - Executable: Overall, berakhiran : .cgi => base package
• PHP - Executable: Overall, berakhiran: .php .php4 .php3 .phtml => base package
• MOD Perl - Executable: .\xampp\htdocs\modperl, Allowed endings: .pl => Perl addon
• ASP Perl - Executable: .\xampp\htdocs\modperlasp, berakhiran: .asp => Perl Addon
• JSP Java - Executable: .\xampp\tomcat\webapps\java (u.a), berakhiran: .jsp => Tomcat addon
• Servlets Java - Executable: .\xampp\tomcat\webapps\java (u.a), berakhiran: .html (u.a) => Tomcat addon
• MOD Python - Executable: .\xampp\htdocs\python, berakhiran: .py => Python addon Spyce Python - Executable: .\xampp\htdocs\python, berakhiran: .spy => Python addon.
Edit Konfigurasi
Konfigurasi setting XAMPP melalui konfigurasi file text. Berikut file konfigurasi merubah setting XAMPP:
• Apache konfigurasi dasar: .\xampp\apache\conf\httpd.conf
• Apache SSL: .\xampp\apache\conf\ssl.conf
• Apache Perl ( addon): .\xampp\apache\conf\perl.conf
• Apache Tomcat (addon): .\xampp\apache\conf\java.conf
• Apache Python (addon): .\xampp\apache\conf\python.conf
• PHP:.\xampp\apache\conf\php.ini
• MySQL: .\xampp\mysql\bin\my.cnf
• phpMyAdmin: .\xampp\phpMyAdmin\config.inc.php
• FileZilla FTP: .\xampp\FileZillaFTP\FileZilla Server.xml
• Mercury Mail konfigurasi dasar : .\xampp\MercuryMail\MERCURY.INI
• Sendmail: .\xampp\sendmail\sendmail.ini
XAMPP tidak harus digunakan untuk online melalui internet tetapi dapat digunakan secara offline .

Keterangan Direktori

Directory Content
\xampp\anonymous Folder FTP contoh Anonymous
\xampp\apache Direktori server Apache server
\xampp\cgi-bin Direktori untuk menjalankan script cgi
\xampp\FileZillaFTP Direktori ftp server FileZilla
\xampp\htdocs Direktori utama web
\xampp\install Untuk Setup XAMPP (Jangan di hapus!)
\xampp\licenses Dito
\xampp\MercuryMail Direktori server Mercury Mail SMTP POP3 IMAP
\xampp\mysql Direktori server database MySQL
\xampp\perl Direktori Perl
\xampp\php Direktori PHP (4+5)
\xampp\phpmyadmin Direktori phpMyAdmin
\xampp\security Direktori Ekstra untuk konfigurasi keamanan
\xampp\tmp Folder temporary/sementara
\xampp\webalizer Direktori fasilitas statistic Webalizer
\xampp\webdav Folder contoh WebDAV

Referens

1. Web Server : http://wapedia.mobi/id/Server_web
2. Apache Server : http://id.wikipedia.org/wiki/Apache_HTTP_Server
3. XAMPP : http://apachefriends.org