Thursday, November 12, 2009

STRATEGI PEROLEHAN ANGKA KREDIT DALAM JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN*

Oleh

Achmad Djunaedi**)

aajunaedi@yahoo.com.



Pendahuluan

Pembinaan jabatan fungsional pustakawan di lingkungan instansi pemerintah antara lain ditujukan untuk menjamin perkembangan profesionalisme yang berimplikasi pada peningkatan kegiatan yang berdayaguna, dan berhasilguna bagi masyarakat. Perolehan angka kredit merupakan indikator prestasi pejabat pustakawan yang berpedoman pada SK MENPAN No. 132 tahun 2002. Angka kredit adalah angka yang diberikan berdasarkan penilaian yang telah dicapai oleh seorang pustakawan dalam mengerjakan butir-butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat/jabatan. Untuk itu kinerja pustakawan dalam mengelola perpustakaan, dokumentasi, dan informasi diukur dengan angka kredit, sepenuhnya tergantung prestasi yang dicapai pada periode tertentu, yang selanjutnya dituangkan dalam Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) pustakawan.

Dalam perkembangan jabatan fungsional pustakawan, masih ada pejabat pustakawan yang belum mengumpulkan angka kredit sesuai dengan yang dipersyaratkan berupa laporan pada DUPAK. Bahkan masih banyak “kredit macet” sehingga angka kredit yang terkumpul tidak memenuhi jumlah yang dipersyaratkan. Hal ini merupakan keadaan yang cukup memprihatinkan bagi perkembangan pustakawan. Oleh karena itu sebagai pustakawan profesional dituntut untuk rajin dengan kreativitas tinggi, kritis, dan jeli terhadap peluang perolehan angka kredit. Pustakawan sering merasakan sempit lahannya/kegiatannya dan kecil nilainya, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan strategi dalam perolehannya.

Perpustakaan mempunyai tugas dan fungsi untuk memenuhi kebutuhan informasi yang tidak saja ditujukan kepada pengguna perpustakaan sebagai fungsi pokoknya, tetapi juga kepada pengelola perpustakaan, yaitu pustakawan itu sendiri. Pendit, (1996) membagi fungsi utama perpustakaan menjadi 2 (dua) kelompok yaitu: (a) fungsi perpustakaan yang terus menerus (termasuk di dalamnya fungsi memilih, mengumpulkan, dan menyimpan pengetahuan agar dapat ditemukan kembali jika diperlukan), dan (b) fungsi yang bersifat daur ulang (cyclical), yaitu fungsi pendidikan dan latihan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang akan melaksanakan fungsi pertama di atas.

Tujuan dari makalah ini adalah agar pejabat pustakawan sebagai pengelola perpustakaan, dokumentasi, dan informasi (perpusdokinfo) terketuk hatinya untuk terus meningkatkan kemampuan dirinya dengan mengkaji strategi dalam perolehan angka kredit. Kemampuan yang diperoleh dari pendidikan atau latihan untuk dapat melaksanakan profesi dengan baik ini disebut professional. Pustakawan juga harus berupaya menghasilkan angka kredit yang berbobot dan bermanfaat, karena apabila pencapaian angka kredit dengan kualitas kerja yang tidak memadai tidak memberikan manfaat apa-apa bagi peningkatan produktivitas kerja dan peningkatan profesionalisme pustakawan yang bersangkutan maupun bagi instansinya (Sitorus, D. 2002).

Memahami Tugas Pokok dan Unsur Kegiatan

Agar jabatan fungsional pustakawan dapat diterapkan dengan baik pada unit kerja masing-masing, disarankan agar unit kerja tersebut terlebih dahulumempelajari dan memahami jabatan fungsional pustakawan yang ditetapkan dalam Keputusan MENPAN No. 132 tahun 2002. Petunjuk pelaksanaan Keputusan MENPAN tersebut ditetapkan dalam SK Bersama Kapala Perpustakaan Nasional R.I dan Kepala Badan Kepegawaian Negara No. 23 dan No. 21 tahun 2003. Serta Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI No. 10 tahun 2004 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya.

Tugas pokok dalam pasal 4 (empat) SK MENPAN No. 132/2002 tersebut meliputi kegiatan pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka/sumber informasi, dan kegiatan pemasyarakatan perpusdokinfo. Berdasarkan SK MENPAN tersebut membagi 2 (dua) jabatan pustakawan tingkat terampil dan tingkat ahli. Tugas pokok pejabat fungsional pustakawan tingkat ahli ditambah dengan kegiatan pengkajian pengembangan perpusdokinfo.

Unsur dan sub unsur kegiatan pustakawan yang dapat dinilai angka kreditnya adalah :

  1. sub unsur perolehan ijazah/gelar dan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat.
  2. Unsur pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka/sumber informasi meliputi sub unsur pengembangan koleksi; pengolahan bahan pustaka; penyimpanan dan pelestarian bahan pustaka; dan pelayanan informasi
  3. Unsur pemasyarakatan perpusdokinfo meliputi sub unsur penyuluhan; publisitas; dan pameran.
  4. Unsur pengkajian dan pengembangan perpusdokinfo yang meluputi sub unsur pengkajian; pengembangan perpustakaan; analisis/kritik karya kepustakawanan; penelaahan pengembangan di bidang perpusdokinfo.
  5. Unsur pengembangan profesi, meliputi sub unsur membuat karya tulis/karya ilniah di bidang perpusdokinfo; menyusun pedoman/petunjuk teknis; menerjemahkan/-menyadur buku dan bahan-bahan lain; melakukan tugas sebagai Ketua kelompok/Koordinator pustakawan atau memimpin unit perpustakaan; menyusun kumpulan tulisan untuk dipublikasikan; memberikan konsultasi kepustakawanan yang bersifat konsep.
  6. Unsur penunjang meliputi sub unsur mengajar; melatih; membimbing mahasiswa dalam penyusunan skripsi, tesis, disertasi yang berkaitan dengan ilmu perpusdokinfo; memberikan konsultasi teknis sarana dan prasarana perpusdokinfo; mengikuti seminar, lokakarya dan pertemuan bidang kepustakawanan; menjadi anggota organisasi profesi kepustakawanan; melakukan lomba kepustakawanan; memperoleh penghargaan/tanda jasa; memperoleh gelar kesarjanaan lainnya; menyunting risalah pertemuan ilmiah; dan keikutsertaan dalam tim penilai jabatan pustakawan.

Butir-butir kegiatan dari unsur dan sub unsur pengorganisasian dan pendayagunaan koleksi bahan pustaka/sumber informasi dalam perolehan angka kredit dapat dilakukan oleh semua jenjang jabatan fungsional pustakawan walaupun diluar kewajiban dari tugas pokok untuk masing-masing jenjang jabatan pustakawan. Karena perolehan angka kredit dari kegiatan tersebut dapat dinilai dan merupakan kegiatan rutin yang lazim dilakukan oleh pengelola suatu perpustakaan. Begitu pula dengan SK MENPAN No. 132/2002 pasal 8 Bab V rincian kegiatan dan unsur yang dinilai dalam pemberian angka kredit menyatakan bahwa apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat jenjang jabatan Pustakawan yang melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) dan (2), Pustakawan yang satu tingkat di atas atau di bawah jenjang jabatan dimaksud dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan secara tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan.

Jumlah kumulatif perolehan angka kredit yang terkumpul dari unsur dan sub unsur dari butir-butir kegiatan tersebut di atas mulai (a) sampai (e) merupakan kegiatan utama dengan nilai angka kredit minimal 80 %, sedangkan (f) merupakan unsur kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas pokok dengan nilai angka kredit sebanyak-banyaknya 20 %.

Strategi Perolehan Angka Kredit

Banyak pustakawan beranggapan bahwa angka kredit dari setiap butir kegiatan perpustakaan terlalu kecil, sehingga timbul rasa enggan untuk melaksanakan pekerjaan yang nilainya kecil. Tetapi hal ini bagi pejabat pustakawan yang professional dan bertanggung jawab atas jabatannya merupakan suatu tantangan yang harus diatasi oleh pustakawan itu sendiri. Tjitropranoto (1995) berpendapat bahwa kemampuan pustakawan yang harus dimiliki oleh pengelola perpustakaan antara lain harus mahir dalam kegiatan pokok perpustakaan, mampu memanfaatkan perkembangan IPTEK untuk memperoleh teknik dan prosedur kerja di perpustakaan secara lebih efektif dan efisien.

Sesuai dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, dalam kegiatan sehari-hari pustakawan
harus dapat memanfaatkan teknologi informasi (TI) tersebut di perpustakaan yang mencakup Computers, Content, and Communication (3-C) sehingga memberikan pengaruh yang luar biasa kepada perkembangan dunia ilmu pengetahuan (Soedjana, 2003). Beberapa strategi dalam perolehan angka kredit yang diperlukan pejabat pustakawan dalam pengajuan DUPAK antara lain adalah :

1. Membuat Rencana Kerja

Peningkatan kemampuan dan keahlian pejabat pustakawan yang masih kurang serta prosedur dan metode kerja yang lemah merupakan masalah yang harus diatasi pustakawan. Ma’arus (2001) mengemukakan bahwa pada umumnya pustakawan tidak memiliki rencana kerja dalam melaksanakan kegiatan tugasnya, padahal rencana kerja sangat penting karena dapat menjadikan pustakawan lebih produktif dan bekerja lebih terarah. Untuk itu pejabat pustakawan perlu membuat rencana atau program kerja kegiatan, terutama yang menjadi tugas pokok dan mencatat hasilnya pada laporan kegiatan harian.

Rencana kerja atau rencana operasional adalah rancangan program setiap kegiatan yang akan dilakukan oleh pustakawan dalam kurun waktu tertentu yang disetujui oleh pimpinan unit kerja/pejabat yang ditunjuk. Rencana tersebut minimal membuat latar belakang, tujuan, sasaran/target yang akan dicapai, metode penyelesaian, dana, dan
jadwal pelaksanaan. Perolehan angka kredit dari rencana kerja yang dapat dinilai semua sub unsur dengan butir kegiatan menyusun rencana operasional dari mengumpul data, mengolah data dengan nilai 0,031 dan 0,085 per laporan. Setiap kegiatan dikalkulasikan pada setiap akhir bulan sampai akhir tahun sehingga hal ini akan memudahkan pustakawan dalam penyusunan laporan DUPAK.

2. Kreativitas

Eksistensi profesi pustakawan dinilai belum mencapai kondisi yang maksimal baik secara kualitatif maupun kuantitatif, namun tentunya upaya pembinaan dan peningkatan terus menerus dilakukan. Hal ini amatlah penting karena keberadaan pustakawan merupakan kunci akan maju mundurnya sebuah perpustakaan, dengan demikian pustakawan dituntut peran kreativitasnya (Makdriani, 1996). Beberapa penelitian berkesimpulan bahwa faktor penghambat pustakawan dalam perolehan angka kredit salah satunya adalah kreativitas yang terbatas. Begitu pula Djunaedi (1996) berpendapat bahwa ketergantungan pustakawan pada orang lain dan kebiasaan bekerja berdasarkan instruksi membuat pustakawan menjadi pasif. Oleh karena itu inisiatif dan kreativitas pejabat pustakawan diperlukan untuk menghasilkan produktivitas yang maksimal seperti pada kegiatan :

a. Membuat Daftar Hasil Penelusuran.

Kegiatan penelusuran informasi banyak dibutuhkan dan dimanfaatkan oleh pengguna perpustakaan, khususnya yang tidak dapat datang ke perpustakaan. Dalam pelaksanaanya masih ditemukan berbagai permasalahan, tetapi Winarko (1994) menyatakan bahwa permasalahan dapat diatasi dengan cara mengolah kembali hasil-hasil penelusuran yang pernah dilakukan menjadi file informasi yang lengkap, sehingga dapat dimanfaatkan kembali pada saat diperlukan. Hasil penelusuran berupa data bibliografi yang mencakup kepengarangan, judul, dan sumber informasi yang kemudian dibuat dalam suatu file Daftar Hasil Penelusuran dengan suatu topik/subyek atau komoditas tertentu.

Kegiatan penelusuran merupakan salah satu kegiatan pokok perpustakaan dengan nilai angka kredit yangt cukup besar yaitu 0,007/topik/jdl untuk pustakawan tingkat terampil dan nilai 0,009/topik/jdl. bagi pustakawan tingkat ahli. Hasil Penelusuran tersebut dapat dijadikan bahan pembuatan Bibliografi dan diharapkan dapat meningkatkan volume dan bobot kegiatan. Oleh karena itu pustakawan dengan didorong motivasi kuat, mandiri, dan proaktif menyajikan informasi terbaru baik diminta maupun tidak akan selalu prima dalam meningkatkan kinerja layanan perpustakaan.

b. Pembuatan Bibliografi

Pustakawan hendaknya kritis dan jeli memanfaatkan butir-butir kegiatan perpustakaan dalam memperoleh angka kredit dengan istilah “sekali merengkuh dayung dua-tiga pulau terlampaui”. Dalam pembuatan suatu bibliografi banyak butir kegiatan yang saling berkaitan serta dianjurkan informasinya yang sedang “in” misalnya Bibliografi Khusus “Flu Babi (HıNı)” dan “Pertanian Organik” yang menjadi topik pembicaraan masyarakat sehingga kemungkinannya informasi dari artikel tersebut banyak diperlukan dan dimanfaatkan pengguna (user). Ma’arus (1992) berpendapat bahwa pelaksanaan setiap butir kegiatan dapat dikaitkan dengan kegiatan lainnya, sehingga berpeluang untuk memperoleh angka kredit yang banyak

Keterkaitan dari kegiatan sub unsur kegiatan pengembangan koleksi, pengolahan bahan pustaka, sampai penyimpanannya untuk siap dimanfaatkan pengguna pada kegiatan layanan perpustakaan. Seperti mulai dari kegiatan: Registrasi bahan pustaka nilai 0,0002/eks.; Mengindentifikasi bahan pustaka 0,003/jdl.; Verifikasi data bibliografi, 0,0007/jdl.; Katalogisasi sederhana/komplek 0,001/0,007/jdl.; Klasifikasi sederhana/ kompleks ,003/0,007/jdl.; Membuat anotasi/tajuk subjek 0,005 /jd., 0,006 /jd. Mengalihkan data bibliografi secara manual maupun elektronik 0,0002 dan 0,0003/ctm.; Menyunting data bibliografi 0,0025/ctm.; Mengelola data bibliografi bentuk kartu katalog atau basis data 0,0005 dan 0,005/ctm/file; Menyusun bibliografi 0,005/ctm.; Membuat kelengkapan bahan pustaka 0,001/eks.; dan Mengelola jajaran bahan pustaka 0,0003/eks. Jika di jumlah kegiatan tersebut bernilai 0,038 untuk setiap entri/record, sehingga apabila sebanyak 100 entri/record bernilai angka kredit 3,8.


c. Membuat Karya Tulis.

Pustakawan disamping mengerjakan pekerjaan sehari-hari (rutinitas) hendaknya mampu mengembangkan kreativitas dan daya nalar seperti pembuatan karya tulis. Pustakawan berpeluang besar untuk membuat karya tulis, karena memiliki akses terhadap sumber informasi yang luas dan beragam. Kegiatan menulis ini merupakan kegiatan utama dari unsur pengembangan profesi seperti kegiatan menyusun pedoman atau petunjuk teknis Perpusdokinfo dan sebagainya. Disamping itu nilai angka kredit cukup besar dengan nilai angka kredit 3,500 bagi makalah/karya tulis yang tidak diterbitkan dan nilai 6,000 untuk karya tulis yang diterbitkan.

Tujuan membuat karya tulis antara lain adalah perolehan angka kredit yang dapat digunakan dalam kenaikan pangkat/jabatan. Begitu pula Sumantri (2004) dalam penelitiannya berpendapat bahwa disamping tujuan tersebut diatas, faktor yang mendukung motivasi pustakawan dalam membuat karya tulis adalah minat dan lingkungan yang mencintai kegiatan baca-tulis, sedangkan sebagai penghambat adalah kurangnya penguasaan teknik penulisan. Oleh karena itu pustakawan perlu mengikuti pelatihan penulisan walaupun selama ini belum secara khusus mendapat bimbingan penulisan, tetapi berani mencoba dan memulai dari diri sendiri serta secara aktif dan inisiatif minta bimbingan pustakawan senior yang berpengalaman.


3. Memanfaatkan TI

Kemajuan teknologi informasi (TI) termasuk didalamnya teknologi komputer sekarang ini sudah memungkinkan para
pustakawan untuk meningkatkan kualitas kinerjanya. Perangkat keras dan lunak untuk keperluan tersebut sudah tersedia banyak dan beraneka ragam, serta relatif mudah pengoperasiannya. Banyak pilihan program-program yang dapat dimanfaatkan dan cocok untuk kegiatan perpustakaan seperti; CDS/ISIS, Winisis, Greenstone, Inmagic, Igloo dan sebagainya.

Komputer dapat menyajikan data dokumen dalam file dan record jumlah yang sangat besar serta penemuaan kembalinyapun bisa dilakukan dengan cepat. Pemanfaatan komputer khususnya pada kegiatan pengolahan bahan pustaka dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan taat azas. Taat azas ini merupakan salah satu hal yang penting dalam mengolah bahan pustaka yang dilakukan pada program (winisis) yang sama dimana walaupun pustakawannya berbeda. Begitu pula administrasi layanan yang menggunakan komputer akan jauh lebih baik, dimana komputer akan membuat statistik secara automatis dan banyak lagi keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan komputer atau teknologi informasi lainnya.

Pejabat pustakawan tidak akan lagi dinilai “gaptek” (gagap teknologi) jika pustakawan terus berupaya meningkatkan kemampuannya dalam bidang TI. Sebagaimana yang dikemukakan Soedjana (2003) bahwa dalam perkembangan selanjutnya dimasa mendatang pustakawan akan dan dapat menjadi pengelola situs web beserta kelengkapannya. Dalam kondisi seperti ini tugas pustakawan menjadi lebih ringan oleh berbagai fasilitas TI, tapi disisi lain beban pustakawan akan semakin berat karena semakin meningkatnya jumlah, kualitas dan keragaman informasi yang harus ditangani.


4. Komunikasi

Komunikasi antara pengguna dan pustakawan sebagai pengelola informasi merupakan hal penting untuk dapat memenuhi tujuan dan kebutuhan pengguna secara efektif dan efisien. Berhubungan langsung dengan cara tatap muka, tanya jawab, dan diskusi, menggunakan sarana komunikasi seperti: surat menyurat, telepon, faximile, dan e-mail. Pesatnya perkembangan TI dan sarana komunikasi saat ini sangat membantu pustakawan dalam memberikan/menyampaikan informasi secara cepat dan murah. Penyebaranluasan informasi menggunakan media elektronis dilakukan melalui layanan internet maupun media komunikasi lain seperti handphone (HP) untuk mengirim pesan singkat Short Messages Service (SMS). Pengiriman informasi (teks, gambar, dan sebagainya) dapat dilakukan menggunakan fasilitas attachment dengan e-mail melalui jaringan global yaitu internet.

Hosting atau Space dapat digunakan pustakawan untuk meletakkan/menyimpan file–file yang telah dibuat sebelumnya agar website/halaman web dapat ditampilkan di jaringan internet. Ada perusahaan yang bergerak dibidang teknologi informasi menyediakan layanan hosting gratis, seperti perusahaan yang sudah terkenal di dunia internet khususnya dalam hal pelayanan email gratis yaitu www.yahoo.com.

Penutup

Upaya untuk perolehan angka kredit pejabat fungsional pustakawan terlebih dahulu perlu memahami segala ketentuan yang tertuang dalam Keputusan MENPAN No. 132 tahun 2002 dan Keputusan Bersama Kapala Perpusnas RI dan Kapala BKN No. 23 dan No. 21 tahun 2003 yang menjadi pedoman pelaksanaannya. Pengumpulan angka kredit yang dipersyaratkan bagi pejabat fungsional pustakawan tidak hanya sekedar menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah memenuhi syarat angka kredit untuk kenaikan pangkat atau jabatan, tetapi sekaligus indikator yang menunjukkan prestasi kerja yang baik.

Tugas pokok yang menjadi kegiatan rutin perpustakaan memungkinkan pustakawan akan lebih banyak lagi perolehan angka kredit. dengan berupaya meningkatkan kemampuan dan pengetahuan secara mandiri yang penuh kreativitas serta memanfaatkan TI khususnya komputer. Fasilitas dikomputer sangat membantu pustakawan dalam melaksanakan kegiatan pekerjaannya secara cepat, efektif, dan efisien. Mengembangkan kreativitas dan daya nalar pustakawan dalam perolehan angka kredit yang bernilai besar seperti pembuatan karya tulis.


Daftar Pustaka

Djunaedi, A. 1998.
Upaya mengatasi masalah pelaksanaan jabatan fungsional pustakawan.
Jurnal Perpustakaan Pertanian 7(2) : 48-51

Keputusan Bersama
Kepala Perpustakaan Nasional RI dan Kepala Badan Kepegawaian Negara
Nomor: 23 tahun 2003 dan Nomor: 21 tahun 2003 tanggal 13 Juni 2003
tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka
Kreditnya.

Keputusan Kepala
Perpustakaan Nasional RI Nomor 10 tahun 2004 tentang Petunjuk Teknis
Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya.

Keputusan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 132/KEP/M.12/2002 tanggal 3
Desember 2002 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka
Kreditnya.

Ma’arus,
F. 1992. Usaha memperoleh angka kredit dalam jabatan fungsional
pustakawan. Jurnal Perpustakaan Pertanian 1(1) :19-22

__________2001.
Meningkatkan kinerja pustakawan dalam melaksanakan kegiatan
fungsional. Jurnal Perpustakaan Pertanian 10(1) :1-5

Makdriani, S. 1996. Upaya peningkatan mutu pustakawan. Media Pustakawan 3(2): 18-21

Mansjur, S. 2007. Butir-butir kegiatan pustakawan dan angka kreditnya. Seri Pengembangan Perpustakaan Pertanian no. 40 : 23 p.

Pendit,
P.L. 1996. Perubahan orientasi dalam era informasi. Prosiding seminar
sehari layanan Pusdokinfo berorientasi pemakai di era informasi :
pandang akademisi dan praktisi. Depok : Program Studi Ilmu
Perpustakaan, Program Pascasarjana, Universitas Indonesia : 1-10

Sitorus,
D. 2002. Pengembangan jabatan fungsional dan pokok-pokok perubahan
peraturan yang mendasarinya. Media Pustakawan 9(4) : 1-4

Soedjana,
D. (2003). Arah kebijakan pengembangan tenaga fungsional pustakawan
Departemen Pertanian
dalam
Makalah Pelatihan Peningkatan Kemampuan Pejabat Pustakawan Departemen
Pertanian. PMP-SDMP, Ciawi- Bogor, 10-16 Agustus 2003.

Sumantri,
U.P. 2004. Motivasi pustakawan dalam menulis karya tulis ilmiah yang
dipublikasikan. Jurnal Perpustakaan Pertanian 13(2) :41-46

Tjitropranoto,
P. 1995. Kriteria sumber daya manusia di perpustakaan. Jurnal
Perpustakaan Pertanian 4(2) : 27-32

Winarko,
B. (et al) 1994. Masalah penelusuran informasi ilmiah secara manual
dan pemecahannya.
Jurnal Perpustakaan Pertanian 3(1) : 9-12

Labels:

Thursday, September 03, 2009

Membangun Web Server untuk Perpustakaan dengan XAMPP

Oleh Ahmad Saefudin S


I. Pendahuluan

Pada saat ini teknologi komputer atau yang lebih di kenal dengan IT tidak lepas dari kehidupan kita terutama dalam keseharian pekerjaan. Hampir rata-rata pekerjaan menggunakan IT mulai dari alat telekomunikasi telepon, fax, sampai internet.

Di dalam pelayanan informasi khususnya di dunia perpustakaan juga tidak terlepas dari penggunaan IT, informasi bibliografi katalog serta lainnya di simpan di dalam suatu pangkalan data atau lebih di kenal database. Database ini biasanya di simpan dalam suatu sistem perangkat keras komputer yang di peruntukan beroperasional 24 jam yang disebut komputer server. Didalam komputer server ini terdapat sistem operasi selain itu terdapat pula aplikasi-aplikasi perangkat lunak lainnya yang di butuhkan.

Didalam memberikan layanan perpustakaan terhadap pengguna secara online 24 jam melalui jaringan internet dibutuhkan suatu aplikasi yang dinamakan aplikasi web server.

Apa itu web server? Berdasarkan penjabaran pengertian menurut Web Wapedia Web Server atau Server web adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Server web yang terkenal diantaranya adalah Apache dan Microsoft Internet Information Service (IIS). Apache merupakan server web antar-platform, sedangkan IIS hanya dapat beroperasi di sistem operasi Windows. Server web juga dapat berarti komputer yang berfungsi seperti definisi di atas. [ http://wapedia.mobi/id/Server_web ]

Dalam tulisan ini web server yang akan digunakan adalah web server berbasis Apache. Server HTTP Apache atau Server Web/WWW Apache adalah server web yang dapat dijalankan di banyak sistem operasi (Unix, BSD, Linux, Microsoft Windows dan Novell Netware serta platform lainnya) yang berguna untuk melayani dan memfungsikan situs web. Protokol yang digunakan untuk melayani fasilitas web/www ini mengunakan HTTP. . [ http://id.wikipedia.org/wiki/Apache_HTTP_Server ]

Software Apache merupakan perangkat lunak sumber terbuka atau lebih dikenal dengan opensource yang dikembangkan oleh komunitas terbuka yang dinaungi sebuah yayasan Apache Software Foundation

Dalam perkembangannya Apache banyak dijadikan dasar web server yang di kombinasikan dengan aplikasi lain seperti aplikasi database [mysql, progress sql dan lainnya] , dengan bahasa pemograman PHP, PERL dan lainnya. Beberapa produk malah di satukan dalam salah satu paket web server untuk memudahkan pengguna dalam membangun web server baik untuk uji coba atau pengembang bahkan untuk di aplikasikan. Paket web server apache untuk windows yang terkenal adalah paket windows, apache, mysql dan php dan lebih dikenal dengan istilah WAMP jika di tambah Perl maka di singkat WAMPP, begitu juga untuk linuk dikenal dengan istilah LAMP atau LAMPP.

Diantara produk non komersial atau freeware yang terkenal dan bebas digunakan yaitu XAMPP. XAMPP merupakan produk paket web server Apache , MySQL, PHP, PERL yang dapat di install di windows, linux, solaris atau machintos. Software XAMPP ditujukan bagi pengguna awam bahkan pengembang atau developer dalam membangun personal home page, atau web server untuk tujuan pengembangan web atau portal. XAMPP tidak ditujukan untuk digunakan sebagai web server yang sifatnya layanan produktif atas pertimbangan keamanan. Alamat web site resmi Xampp yaitu http://www.apachefriends.org .

Alasan memilih web server XAMPP :
• Free atau bebas digunakan
• Sangat mudah untuk di install
• Terdiri dari beberapa paket program yang berguna bagi pengembangan dan aplikasi web server
• Dapat di install untuk berbagai sistem operasi seperti MS Windows, Solaris, Linux, Machintos

Paket software yang yang berguna yang terdapat pada XAMPP yang berguna bagi pengembangan dan aplikasi web server yaitu :

XAMPP untuk Linux
Distribusi untuk OS Linux ( telah di test pada SuSE, RedHat, Mandrake dan Debian) terdiri: Apache, MySQL, PHP & PEAR, Perl, ProFTPD, phpMyAdmin, OpenSSL, GD, Freetype2, libjpeg, libpng, gdbm, zlib, expat, Sablotron, libxml, Ming, Webalizer, pdf class, ncurses, mod_perl, FreeTDS, gettext, mcrypt, mhash, eAccelerator, SQLite dan IMAP C-Client.
XAMPP untuk Windows
Distribusi untuk OS MS Windows ( telah di tes pada Windows 98, NT, 2000, 2003, XP dan Vista). Versi ini terdiri Apache, MySQL, PHP + PEAR, Perl, mod_php, mod_perl, mod_ssl, OpenSSL, phpMyAdmin, Webalizer, Mercury Mail Transport System untuk Win32 dan NetWare Systems v3.32, Ming, JpGraph, FileZilla FTP Server, mcrypt, eAccelerator, SQLite, and WEB-DAV + mod_auth_mysql.

XAMPP for Mac OS X
Distribusi untuk Mac OS X terdiri dari : Apache, MySQL, PHP & PEAR, SQLite, Perl, ProFTPD, phpMyAdmin, OpenSSL, GD, Freetype2, libjpeg, libpng, zlib, Ming, Webalizer, mod_perl, eAccelerator, phpSQLiteAdmin.
XAMPP for Solaris
Distribusi untuk OS Solaris (dikembangkan dan di test pada Solaris 8, di test dengan Solaris 9) terdiri dari: Apache, MySQL, PHP & PEAR, Perl, ProFTPD, phpMyAdmin, OpenSSL, Freetype2, libjpeg, libpng, zlib, expat, Ming, Webalizer, pdf class.

Pengembang memberikan peringatan akan produk ini yang menyatakan mereka tidak menanggung resiko atas penggunaan software ini.


Instalasi XAMPP

Sebelum melakukan instalasi XAMPP tentunya kita harus mendowload software XAMPP di http://www.apachefriends.org. Pada halaman download untuk versi windows kita dapat memilih versi paket dasar, upgrade atau develop dalam bentuk file installer, compress dalam file zip atau EXE [7-zip].

Setelah kita mendownload maka dapat segera melakukan proses instalasi, pada tulisan ini XAMPP yang akan digunakan adalah XAMPP untuk OS MS Windows, windows yang akan digunakan adalah windows XP SP2.

Instalasi pada OS Windows XP
Metode I: Installasi dengan File Installer
Instalasi XAMPP menggunakan versi installer sangat mudah.
Double klik file installer maka akan muncul dialog box yang menaynayakan XAMPP akan di install di mana, setelah ditentukan ikuti saja perintah selajutnya sampai selesai.


Gambar 1. Dialog box untuk XAMPP win32

Setelah instalasi selesai, program XAMPP akan di temukan pada menu Start / Programs / XAMPP. Untuk menjalankan dan memberhentikan server serta untuk install dan uninstall servis bias menggunakan Control Panel XAMPP.


Gambar 2. Control Panel XAMPP untuk menjalankan/stop Apache, MySQL, FilaZilla & Mercury atau install sebagai servis server.

Metode II: "Instalasi" tanpa Installer
Download dan unzip the 7-zip atau zip ke dalam folder yang dipilih.



Pada kasus ini XAMPP di ekstrak ke dalam folder D:\Program Files and will get a D:\Program Files\XAMPP folder. Setelah di ekstrak , buka folder tadi dan jalankan file "setup-xampp.bat".



Gambar 3. Folder XAMPP di d:\program files\xampp


Gambar 4. Message Process box pada saat file “setup-xampp.bat” dijalankan
Catatan : jika menggunakan versi installer kita tidak perlu menjalankan file "setup_xampp.bat".

Menjalankan XAMPP tanpa setup!

Jika kita mengekstrak XAMPP di folder paling atas bukan subfolder seperti c:\xampp atau d:\xampp dan sebagainya, kita dapat menjalankan XAMPP langsung. Program seperti Apache, MySQL and Mercury Mail server dapat jalan dengan baik, FileZilla FTP server tidak bias langsung jalan karena program ini memerlukan paths yang pasti. Di anjurkan jangan menggunakan folder ganda seperti c:\xampp\xampp! Kita memerlukan single folder untuk xampp. Untuk mensetup konfigurasi path maka kita harus menjalankan "setup-xampp.bat".
Menampilkan Web

Melalui control panel kita jalankan apache dan mysql, maka ketika kita mengakses web pada halaman http://localhost akan tampil menu pilihan bahasa dari xampp jika kita klik akan muncul menu web admin yang di sertai beberapa contoh aplikasi seperti berikut.


Gambar 5 contoh tampilan web admin XAMPP untuk flash.


Jika kita ingin menampilkan halaman web yang kita buat kita harus menyimpannya di bawah sub folder htdocs contohnya : c:\xampp\htdocs , file yang akan kita simpan misalnya profile.html maka untuk menampilkannya kita bisa mengakses di http://localhost/profile.html.
Fasilitas Administrasi database dengan PHPMyAdmin

Untuk mengelola database XAMPP meengkapinya dengan program PHPMyAdmin.


Gambar 6. Tampilan PhpMyAdmin

Keamanan [XAMPP Security console ]

Seperti yang telah di terangkan sebelumnya, XAMPP tidak di maksudkan untuk digunakan sebagai webserver servis aktif, tapi di tujukan hanya untuk pengembangan. Akan tetapi jika hanya di peruntukan sebagai fasilitas intranet sederhana yang tidak terkoneksi dengan jaringan luar, XAMPP sudah cukup memenuhi.

Beberapa daftar celah keamanan yang ada pada XAMPP yang harus di konfigurasi ulang:
• MySQL administrator (root) tidak memiliki password.
• MySQL daemon dapat di akses via jaringan.
• PhpMyAdmin dapat di akses via jaringan.
• Contoh aplikasi dapat di akses via jaringan .
• User untuk Mercury dan FileZilla sudah diketahui.

Amankan semua konfigurasi XAMPP sebelum mempublikasikan /mengaktifkan web dan aplikasi. Berikut halaman konfigurasi sekuriti/keamanan sederhana di bias di temukan di web control panel XAMPP.


Gambar 7. Halaman konfigurasi kemanan

Konfigurasi keamanan yang dapat dirubah melalui halaman ini yaitu merubah password MySQL dan PhpMyAdmin serta password untuk mengakses halaman dai direktori XAMPP.
Uninstall XAMPP

Untuk meng uninstall XAMPP, jika menggunakan installer pada saat menginstal, maka untuk uninstall cukup menjalankan file uninstall.exe di folder dimana XAMPP di install. Tapi jika menginstall XAMPP menggunakan file compress, untuk uninstall cukup dengan menghapus folder XAMPP. Semua proses uninstall tentunya harus didahului dengan proses mematikan semua aplikasi dan servis yang aktif pada XAMPP.


Gambar 9. Folder XAMPP

Versi Lite XAMPP

XAMPP Lite yaitu versi simple atau paket ringan dari XAMPP, beberapa Server seperti server mail Mercury Mail dan ftp FileZilla tidak disertakan serta tidak ada versi install , add on atau upgrade untuk versi ini.
Penempatan File Web
Sub Folder htdocs merupakan sub folder utama untuk meletakan file file yang akan di online kan. Sub folder dapat di temukan di \xampp\htdocs. Selain itu kita bias juga membuat sub folder di bawah sub folder htdocs misalnya berita dengan file news.html, maka untuk mengaksesnya kita bias membukanya dengan browser ke alamat http://localhost/berita/news.html. Halaman pertama yang langsung tampil adalah file yang bernama index.html atau index.php, sementara file lain yang dapat dijalankan pada XAMPP, yaitu :
• CGI - Executable: Overall, berakhiran : .cgi => base package
• PHP - Executable: Overall, berakhiran: .php .php4 .php3 .phtml => base package
• MOD Perl - Executable: .\xampp\htdocs\modperl, Allowed endings: .pl => Perl addon
• ASP Perl - Executable: .\xampp\htdocs\modperlasp, berakhiran: .asp => Perl Addon
• JSP Java - Executable: .\xampp\tomcat\webapps\java (u.a), berakhiran: .jsp => Tomcat addon
• Servlets Java - Executable: .\xampp\tomcat\webapps\java (u.a), berakhiran: .html (u.a) => Tomcat addon
• MOD Python - Executable: .\xampp\htdocs\python, berakhiran: .py => Python addon Spyce Python - Executable: .\xampp\htdocs\python, berakhiran: .spy => Python addon.
Edit Konfigurasi
Konfigurasi setting XAMPP melalui konfigurasi file text. Berikut file konfigurasi merubah setting XAMPP:
• Apache konfigurasi dasar: .\xampp\apache\conf\httpd.conf
• Apache SSL: .\xampp\apache\conf\ssl.conf
• Apache Perl ( addon): .\xampp\apache\conf\perl.conf
• Apache Tomcat (addon): .\xampp\apache\conf\java.conf
• Apache Python (addon): .\xampp\apache\conf\python.conf
• PHP:.\xampp\apache\conf\php.ini
• MySQL: .\xampp\mysql\bin\my.cnf
• phpMyAdmin: .\xampp\phpMyAdmin\config.inc.php
• FileZilla FTP: .\xampp\FileZillaFTP\FileZilla Server.xml
• Mercury Mail konfigurasi dasar : .\xampp\MercuryMail\MERCURY.INI
• Sendmail: .\xampp\sendmail\sendmail.ini
XAMPP tidak harus digunakan untuk online melalui internet tetapi dapat digunakan secara offline .

Keterangan Direktori

Directory Content
\xampp\anonymous Folder FTP contoh Anonymous
\xampp\apache Direktori server Apache server
\xampp\cgi-bin Direktori untuk menjalankan script cgi
\xampp\FileZillaFTP Direktori ftp server FileZilla
\xampp\htdocs Direktori utama web
\xampp\install Untuk Setup XAMPP (Jangan di hapus!)
\xampp\licenses Dito
\xampp\MercuryMail Direktori server Mercury Mail SMTP POP3 IMAP
\xampp\mysql Direktori server database MySQL
\xampp\perl Direktori Perl
\xampp\php Direktori PHP (4+5)
\xampp\phpmyadmin Direktori phpMyAdmin
\xampp\security Direktori Ekstra untuk konfigurasi keamanan
\xampp\tmp Folder temporary/sementara
\xampp\webalizer Direktori fasilitas statistic Webalizer
\xampp\webdav Folder contoh WebDAV

Referens

1. Web Server : http://wapedia.mobi/id/Server_web
2. Apache Server : http://id.wikipedia.org/wiki/Apache_HTTP_Server
3. XAMPP : http://apachefriends.org


Labels:

Monday, September 01, 2008

LOMBA RESENSI

Kalo yang ini buat yang punya sodara wartawan

Buku "Behind Indonesia Headlines"

PowerPR Global Publishing akan memberikan penghargaan khusus kepad para jurnalis yang peduli pada masalah bangsa melalui lomba resensi buku Behind Indonesia Headlines

Ketentuan lomba resensi:
1. Buku yang diresensi adalah “Behind Indonesia Headlinesa
2. Peserta adalah jurnalis yang masih aktif bekerja di media cetak maupun elektronik, dibuktikan dengan fotocopy kartu pers yang masih berlaku
3. Peserta dapat mendaftar sebagai peserta lomba dengan mengisi formulir pendaftaran yang dapat diakses melalui website www. wiloto.com
4. Formulir harus diisi lengkap dan dikirimkan bersama resensi
5. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik. Diketik 2 (dua) spasi minimal 1500 karakter
6. Naskah yang dikirim adalah asli, bukan jiplakan. Naskah resensi harus sudah pernah dimuat dimedia sebelum lomba ditutup
7. Naskah yang dikirim dibuat rangkap dua.
8. Naskah lengkap dikirimkan ke:

Panitia Lomba Resensi Buku Behind Indonesia Headlines
PowerPR - Global Publishing
Intiland Tower Lt 19
Jl. Jend Sudirman Kav 32-Jakarta 10220

9. Pada amplop sebelah kiri dituliskan Lomba Resensi Buku
10. Naskah diterima Panitia Lomba Resensi paling lambat tanggal 15 November 2008
11. Pemenang lomba akan diinformasikan lewat website www.wiloto.com pada tanggal 05 Desember 2008
12. Seluruh naskah menjadi hak panitia dan tidak diadakan surat menyurat

Hadiah :
- Pemenang I Rp 10.000.000,- + 1 paket seminar powerpr institute seharga Rp 2.000.000,- + kenang-kenangan dari Global Publication.

- Pemenang II Rp 7.000.000,- + 1 paket seminar powerpr institute seharga Rp 2.000.000,- + kenang-kenangan dari Global Publication.

- Pemenang III Rp.5.000.000, - + 1 paket seminar powerpr institute seharga Rp 2.000.000,- + kenang-kenangan dari Global Publication.

- Pemenang Harapan I, II dan III masing – masing Rp 2.000.000,-, Rp 1.500.000,- dan Rp 1.000.00,- + kenang-kenangan dari Global Publication

From "Siswo Sadpriyono"

Monday, March 28, 2005

Lomba Nasional Penulisan Artikel

Dalam rangka Ulang Tahun Perpustakaan Nasional RI yang ke 25 tanggal 17 Mei 2005, Perpustakaan Nasional RI mengadakan lomba penulisan artikel tentang Perpustakaan Nasional RI

TEMA LOMBA:
PERPUSTAKAAN NASIONAL DAN LAYANAN MASYARAKAT
(Memperingati 25 Tahun Perpustakaan Nasional RI Th 1980 - 2005)

TOPIK PENULISAN:
Pandangan dan kritisi pustakawan, mahasiswa dan masyarakat umum tentang fungsi Perpustakaan Nasional dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

PENDAFTARAN:
10 Maret - 10 Mei 2005

PERSYARATAN PESERTA:
1. PUstakawan, mahasiswa dan masyarakat umum;
2. Boleh mengirimkan lebih dari satu artikel;
3. Jumlah artikel 5-10 halaman kuarto, spasi 1 1/2 dalam bentuk cetak dan copy disket;
4. Melampirkan foto copy KTP/SIM/Kartu Mahasiwa/Kartu Karyawan/Identitas lain;
5. Melampirkan daftar riwayat hidup

KRITERIA PENILAIAN:
1. Artikel harus orisinil;
2. Artikel harus memiliki nilai manfaat untuk pengembangan Perpustakaan Nasional RI
3. Bersifat inovatif dan aplikatif;
4. Artikel belum pernah/tidak sedang dilombakan.

HADIAH LOMBA***
Juara I : Rp. 8.000.000,- (Delapan Juta Rupiah) dan piagam penghargaan
Juara II : Rp. 6.000.000,- (Enam Juta Rupiah) dan piagam penghargaan
Juara III : Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah) dan piagam penghargaan
10 artikel terbaik pilihan juri akan mendapat hadiah hiburan.
*** Pajak ditanggung oleh pemenang lomba

PENGIRIMAN ARTIKEL:
Materi lomba dikirim dalam sampul tertutup disertai kode LPAKI - 2005 di sudut kiri atas amplop, ke alamat:

Tri Luki Cahyadini (Dini)
Bidang Layanan Koleksi Umum
Pusat Jasa Perpustakaan Dan Informasi
Jl. Salemba Raya No. 28A Jakarta Pusat
Telp. (021) 3101411, 3154870
Fax. (021) 3103554
Email: triluki@pnri.go.id

Thursday, February 03, 2005

STANDARD KOMPETENSI TI BAGI PUSTAKAWAN

Oleh:
Abdul Rahman Saleh

Ketika seorang pilot, katakanlah pilot A, hendak menerbangkan pesawat Boing 747 yang sarat dengan penumpang, maka ia dipastikan sudah memiliki ijin untuk menerbangkan pesawat tersebut. Seorang pilot pesawat Fokker 100, katakan pilot B, tidak mungkin diijinkan untuk mener-bangkan boing 747. Maka dikatakan bahwa pilot A tersebut sudah berkom-peten (memiliki kompetensi) dalam hal menerbangkan pesawat Boing 747 sehing-ga ia dapat menerbangkan pesawatnya dan kemudian mendaratkan kembali dengan selamat. Standar kompetensi pada profesi pilot sangatlah penting dan tidak bisa ditawar-tawar lagi, sebab profesi ini menyangkut keselamatan nyawa banyak manusia. Namun demikian, sekarang ini banyak organisasi, karena tuntutan mutu, juga mulai menerapkan standar kompetensi dalam menerima pegawai baru. Sesuai dengan pernyataan LGI (2002) ”More and more organizations are incorporating individual competencies into their hiring and performance management systems…. Competencies offer a framework for organizations to use to focus their limited resources”. Masalah kompetensi itu menjadi penting, karena kompetensi menawarkan suatu kerangka kerja organisasi yang efektif dan efisien dalam mendaya-gunakan sumber-sumber daya yang terbatas. Seseorang yang memiliki kompetensi dalam profesinya akan dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik serta efisien, efektif, tepat waktu, dan sesuai dengan sasaran.[download fulltext]

Thursday, January 27, 2005

Membuat aplikasi sederhana dengan database CDS-ISIS mempergunakan Visual basic 6 dan ISIS32.dll

Oleh : abdullah
[
alaydrusbgr@yahoo.com or alaydrusbgr@gmail.com ]

Untuk membuat suatu aplikasi yang mempergunakan database ISIS, kita membutuhkan beberapa alat bantu seperti Microsoft Visual Basic 6 dan ISIS32. dalam tulisan ini hanya menjelaskan pembuatan aplikasi dalam sistem operasi Microsoft Windows, meskipun sebenarnya kita dapat membuat aplikasi lain dalam sistem operasi lain seperti MS-DOS dan Linux. Sebelumnya kami akan menjelaskan sedikit mengenai alat bantu yang akan kita pergunakan. Microsoft Visual Basic adalah software / program yang dikeluarkan oleh Microsoft untuk para developer / pengembang yang akan membuat suatu aplikasi pada sistem operasi Microsoft Windows yang berbasis GUI (graphical user interface). Sedangkan ISIS32 adalah library yang dibuat oleh unesco untuk mendukung para pustakawan dalam membangun aplikasi yang mendukung perpustakaan tersebut, dan isis32 yang akan dipergunakan adalah isis32.dll, isis32.bas, isis001.bas yaitu suatu library dan module yang dapat mendukung integrasi antara database isis dengan sistem operasi Microsoft Windows sebelumnya taruh file library dalam folder yang sama dengan aplikasi yang akan kita buat. Disini kami tidak menjelaskan bagaimana mempergunakan Microsoft Visual Basic , tetapi kami hanya menjelaskan bagaimana mengintegrasikannya dengan database yang telah dijelaskan sebelumnya, jadi kami harap anda telah menguasai pemrograman mempergunakan Microsoft Visual Basic. Untuk itu silahkan Anda ikuti petunjuk yang kami ringkas ini. [ download fultext ]

MANFAAT FILE ANY UNTUK PENELUSURAN EFEKTIF PADA WINISIS

Oleh

File ANY adalah suatu file pendukung suatu database pada program Winisis yang berfungsi untuk mempercepat dan mempertepat proses penelusuran. Selain itu adanya file ANY akan membuat penelusuran menjadi lebih efektif. Dengan adanya file ANY maka penelusur akan mendapatkan beberapa cantuman yang memuat beberapa istilah yang berkaitan dengan hanya menuliskan satu istilah yang merangkum beberapa istilah lain.

Misalnya dengan hanya mengetik pada penelusuran: “ANY JABAR” (tanpa tanda kutip dua tentunya), akan didapatkan cantuman yang memuat BOGOR, CIANJUR, SUKABUMI, BANDUNG, GARUT, SUMEDANG, TASIKMALAYA dan sebagainya. Karena semua nama kota diatas telah dicakup dalam istilah JABAR.

File ANY harus dibuat sesuai dengan nama database dengan ekstensi ANY. Jadi kalau databasenya adalah BUKU, maka file ANYnya bernama BUKU.ANY. Kalau databasenya adalah COBA, maka file ANYnya adalah COBA.ANY.

File ini dapat dibuat dengan program pengolah kata seperti NOTEPAD atau MS.WORD. Setelah selesai dibuat, file ini harus disimpan di dalam folder yang sama dengan semua file database. [download fulltext]

KONVERSI DATA WINISIS KE MS.EXCEL

Oleh
Adakalanya kita harus memindahkan data dari suatu database dengan perangkat lunak satu ke database dalam perangkat lunak lain. Hal ini dapat disebabkan karena kita mengganti perangkat lunak yang selama ini digunakan; atau kita memperoleh data dari luar untuk digabung dengan data kita, namun data yang datang menggunakan perangkat lunak yang berbeda dari yang digunakan selama ini. Dalam hal seperti ini untuk dapat menggunakan data baru yang diterima atau menggunakan perangkat lunak baru untuk data lama, maka kita harus melakukan suatu proses yang disebut konversi data. Konversi data dapat diartikan sebagai melakukan suatu proses manipulasi data sedemikian rupa sehingga data dapat digunakan lagi dengan menggunakan perangkat lunak lain yang berbeda.[ download fulltext ]

KONVERSI DATA WINISIS DENGAN STRUKTUR BERBEDA

Oleh
Proses memindahkan data Winisis dengan struktur database sama dapat dilakukan dengan mudah menggunakan fitur ekspor dan impor. Namun jika database yang dipindahkan tidak sama struktur datanya diperlukan sedikit trik agar data dapat dipindahkan dengan benar. [ download fulltext ]

Wednesday, January 26, 2005

AGDEX : SISTEM PENGGOLONGAN

Oleh:
Achmad Djunaedi [PUSTAKA-DEPTAN]
aajunaedi@yahoo.com


Pendahuluan

Dalam pembangunan pertanian, perpustakaan sebagai sumber informasi pada kegiatannya bertugas dan berfungsi mengumpulkan informasi tentang segala aspek yang berkembang pada bidang pertanian, dengan penyimpanan, memelihara, dan mengelola pemanfaatan koleksi bahan pustaka untuk para pengguna perpustakaan yang meliputi peneliti, penyuluh, mahasiswa, dan masyarakat pertanian lainnya. Peranan perpustakaan pertanian merupakan salah satu jembatan komunikasi yang dapat diharapkan untuk pencapaian cita-cita dalam pembangunan pertanian. Seperti halnya dukungan pelayanan perpustakaan dan sistem komunikasi penelitian yang telah memberikan sumbangan besar dalam penemuan banyak inovasi pertanian (Badan Litbang Pertanian, 1997).

Upaya peningkatkan percepatan pembangunan pertanian melalui komunikasi hasil penelitian pertanian, Suratman (1992) mengemukakan bahwa mengapa hasil penelitian yang telah ada masih banyak yang belum memasyarakat di kalangan petani-nelayan, sehingga berbagai anggapan timbul, seperti ada yang mengemukakan banyak hasil pertanian yang telah diciptakan oleh peneliti belum memenuhi harapan dan ada pula anggapan bahwa hasil penelitian sukar dicerna. Salah satu upaya mengatasi masalah tersebut khususnya para penyuluh pertanian di BPP (Balai Penyuluh Pertanian) berusaha menginformasikan publikasi pertanian yang sederhana, praktis, ekonomis, dan efisien yang berbentuk dalam Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN).

Lembar Informasi Pertanian menggunakan sistem Agdex yaitu suatu sistem penggolongan, pengindeksan, dan penyimpanan publikasi dari informasi pertanian. Sistem ini menggunakan warna kode yang terdiri dari 10 bagian terbesar dengan setiap bagian dibagi dalam 100 judul tersendiri.

Peranan Pustakawan sebagai pengelola perpustakaan dipandang perlu untuk mengetahui sistem ini sebagai sarana komunikasi hasil penelitian pertanian yang dapat dijadikan sebagai koleksi bahan pustaka di perpustakaan. Pustakawan profesional selalu berusaha untuk meningkatkan IPTEK dalam pengelola informasi dan berupaya meningkatkan kemampuan dan kemauan pada jati dirinya dalam perkembangan SDM.

Kelebihan dan kekurangan dalam sistem Agdex ini perlu dikaji lebih lanjut dan disesuaikan dengan kondisi serta keadaan perpustakaan yang dikelolanya, sehingga dapat berdayaguna dan berhasilguna pada pemanfaatannya.

Masalah dan Upaya Mengatasinya

Pada era reformasi ini dan masih terusnya krisis berkepanjangan yang melanda di Indonesia, sebagai salah satu wacana dalam pemikiran untuk dapat terus mengembangkan pembangunan pertanian, serta berupaya mengatasi multi krisis itu, dengan alternatif harapan pada bidang pertanian adalah memperdayakan informasi hasil penelitian pertanian adalah bentuk LIPTAN di perpustakaan.

1. LIPTAN andalan dalam OTDA
LIPTAN adalah publikasi lembaran informasi pertanian yang diterbitkan oleh masing-masing daerah pada institusi jajaran Departemen Pertanian yang berada di tiap-tiap propinsi di Indonesia. Adanya multi krisis, khususnya krisis moneter dan ekonomi, diharapkan LIPTAN dapat mengatasinya, karena bentuk penampilan yang sederhana dan ekonomis serta praktis informasinya yang dapat cepat dicerna oleh petani-nelayan dan masyarakat pertanian pada umumnya. Publikasi LIPTAN relatif murah dan dapat direalisasikan keberadaanya oleh masing-masing daerah dengan mempublikasikan komoditas yang menjadi andalan dengan spesifik lokasi daerahnya dalam menyongsong Otonomi Daerah (OTDA) yang penuh dengan persaingan.

2. Sistim pengolahan Informasi

Pengolahan Informasi pada setiap perpustakaan lazimnya menggunakan sistim klasifikasi UDC atau DDC dalam kegiatannya untuk melayani pengguna perpustakaan. Suatu tantangan untuk Pustakawan pertanian mengolah publikasi berbentuk LIPTAN dengan menggunakan sistim Agdex yang menggunakan pembagian dan memberi kode / cirri pada pewarnaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut peran Pustakawan profesional selalu ingin meningkatkan pengetahuannya, dituntut untuk berusaha dengan tekun mempelajari metode pengolahan informasi seperti yang dikemukakan oleh Sulastuti Sophia (1996) bahwa pengolahan informasi harus memiliki kemampuan memahami isi dokumen / informasi yang diolah sehingga dapat memilih dengan benar nomor / klasifikasi dan kata-kata kunci yang akan digunakan dalam mencari kembali informasi dalam penyimpan.

3.Tajuk Entri Utama (TEU)

Lembar informasi pertanian di terbitkan oleh masing-masing daerah yang menjadi Tajuk Entri Utama sebagai kepengarangan yang bertanggung jawab atas isi infomasi adalah institusi / lembaga daerah tersebut. Balai Informasi Pertanian (BIP) yang dulu di bawah lembaga induk Badan Diklat Pertanian dan sekarang di era reformasi menjadi dibawah induk Badan Litbang Pertanian.seperti lembaga/institusi Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP), Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP), dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang tersebar di seluruh propinsi Indonesia.

4. Penyimpan koleksi LIPTAN

Publikasi lembar informasi pertanian diterbitkan oleh masing—masing daerah propinsi dengan menggunakan kode warna pada tiap komoditasnya. Tidak menutup kemungkinan terdapat subyek / dan permasalahan yang sama diterbitkan oleh masing-masing daerah. Penyimpanan dianjurkan tidak mengelompokkan pada jenis warna tetapi sesuai dengan penomoran sistem Agdex, disusun berurutan. Tetapi kecendrungan yang ada dan dianggap mempermudah dalam penemuan kembali hanya dengan melihat jenis warna. Hal ini memang disadari bahwa dengan sistim warna orang akan cepat melihat dengan jelas. Upaya untuk mengatasinya antara lain dengan pengelompokan pada suatu daerah terbitan atau propinsi dengan disimpan dan terkumpul pada box khusus atau file bindek dengan disusun menurut nomor Agdex. Publikasi LIPTAN ini dapat dikelompokkan dengan bentuk brosur yang menuntut penempatan tersendiri dari koleksi bahan pustaka lainnya di perpustakaan.


Perkembangan Agdex

Agdex adalah nama yang diberikan untuk suatu sistem penggolongan, pengindeksann dan penyimpanan publikasi-publikasi pertanian. Sistem ini dikembangkan di suatu pendidikan diploma di Universitas Ohio. Edisi pertama dari buku pegangan Agdex ini diterbitkan di Amerika serikat pada tahun 1959. Sampai tahun 1969, Agdex telah digunakan oleh lebih dari 30 negara bagian USA. Sistem ini juga secara meluas digunakan di Canada. Edisi pertama diperbaiki pada tahun 1969 dan buku pegangan ini digunakan untuk perkembangan sistem di Australia.
Kira-kira tahun 1974 diputuskan bahwa Australia akan bekerja sama untuk memproduksi suatu buku pegangan baru yang cocok untuk digunakan di seluruh Australia. Setelah didiskusikan dan dikonsultasikan secara luas mengenai Agdex yang disesuaikan untuk digunakan di Australia maka edisi kedua dicetak pada bulan September 1976. Edisi ketiga sedang dipersiapkan untuk diterbitkan pada tahun 1983 berdasarkan hasil lokakarya Agdex diberbagai negara di Asia dan Pasifik.


SISTEM Agdex

Agdex terdiri dari 10 bagian terbesar dengan setiap bagian dibagi dalam 100 judul tersendiri. Setiap bagian besar dibedakan dengan warna.

100 – 199 Tanaman budidaya [ hijau]
200 – 299 Sayuran dan buah-buahan [merah muda]
300 – 399 Dunia tumbuh-tumbuhan/vegetasi [ungu]
400 – 499 Dunia hewan/zologi [merah]
500 – 599 Tanah, air dan lahan [coklat]
600 – 699 Penyakit, hama dan kimiawi [biru]
700 – 799 Mesin-mesin pertanian [orange]
800 – 899 Ilmu ekonomi pertanian [kuning]
900 – 999 Penelitian dan penyuluhan [kelabu]
000 – 099 Umum [putih]

Bagian-bagian seperti : berbagai macam tanaman budidaya, sayuran dan buah-buahan, dunia tumbuh-tumbuhan dan dunia binatang diistilahkan sebagai komoditas pertanian dalam sistem Agdex ini. Setiap 100 judul-judul tersendiri dari komoditas pertanian dikelompokkan dalam sepuluh bagian, seperti hasil pertanian berupa biji-bijian, hasil pertanian berupa makanan ternak, padang rumput, dan sebagainya. Setiap kelompok dari 10 bagian terbesar itu hanya merupakan suatu daftar hasil-hasil pertanian yang mewakili sekelompok judul. Maka untuk komoditas pertanian berupa biji-bijian, nama tersendirinya adalah 111 untuk jagung, 112 untuk pada umumnya dan seterusnya.

Untuk mewakili aspek-aspek pengelolaan dan pemeliharaan tanaman dari setiap judul bagian komoditas memiliki 100 judul bagian yang disebut subyek yang dapat dikombinasikan dengan setiap judul dari bagian komoditi. Maka jika mempunyai suatu publikasi berjudul “Pertumbuhan padi di Jawa” dapat menggabungkan antara komoditi padi 112 dengan nomor subyek dari 10 pengelolaan pada umumnya. Kode Agdex-nya akan menjadi 112/10. Jika publikasi berjudul “Pertumbuhan rami di Kalimantan” kode-nya adalah 152/10.
Maka empat dari 10 bagian utama dari Agdex adalah komoditi pertanain yang dapat dikombinasikan dengan subyek pertanian. Sedang enam bagian utama lainnya dipandang sebagai ilmu-ilmu pengetahuan pertanian. Bagian-bagian utama ini merupakan suatu daftar dari 100 judul yang disatukan dalam 10 bagian utama. Bagian-bagian utama ini tidak dapat dikombinasikan dengan bagian subyek. Judul-judul ilmu pengetahuan pertanian dapat digunakan untuk mengklasifikasikan suatu publikasi seperti “Pengetesan tanah untuk kebutuhan pupuk” yang mempunyai kode Agdexnya 533.
Jika suatu publikasi mencakup kedua hal itu, yaitu masalah pertanian dan ilmu pengetahuan seperti “Pupuk urea untuk pertumbuhan padi”, maka nomor untuk masalah padi 112 digabungkan dengan nomor ilmu pengetahuan yaitu 541 dan kode Agdex untuk publikasi itu menjadi 112/541. Jika suatu publikasi berisi informasi suatu komoditas pertanian baik subyek maupun “Ilmu pengetahuan” maka ada suatu keputusan tentang apakah menggunakan kombinasi antara komoditi pertanian dengan subyek atau kombinasi antara komoditi pertanian dengan ilmu pengetahuan yang dalam pembentukkannya berdasarkan titik berat dari isi publikasi tersebut.
Maka ada 3 kemungkinan kode nomor Agdex –nya yaitu :
- komoditi pertanian dengan subyek
- ilmu pengetahuan
- komoditi pertanian dengan ilmu pengetahuan

Publikasi-publikasi dapat diberi kode warna untuk mencapai nomor Agdex untuk memudahkan perbaikan dan mempercepat penyamaan dari pokok-pokok masalah. Sebagai contoh, dokumen-dokumen tentang aspek-aspek kesehatan kerbau dapat dengan mudah dibedakan dari materi yang lain, dimana untuk dokumentasi masalah kerbau digunakan kode warna biru. Publikasi yang berisi informasi yang termasuk bagi “ilmu pengetahuan” dan “komoditi” pertanian maka warna kertasnya sesuai dengan “Ilmu pengetahuan pertanian” misalnya pupuk urea untuk pertumbuhan padi maka kodenya 112/541 dan warna kertasnya coklat.
Dengan pemberian kode Agdex terhadap publikasi pada saat penerbitan maka publikasi dapat disimpan secara teratur menurut nomor-nomor kode Agdex yang telah distandarkan.

Keuntungan-keuntungan dari sistem Agdex yaitu :
* Sistem Agdex sederhana dan mudah untuk dipelajari
* Sistem Agdex menggunakan warna untuk kode
* Sistem Agdex memungkinkan para editor dan pengarang untuk memberi kode materi sebelum disebarkan.
* Sistem Agdex dapat menyediakan bahan-bahan informasi yang akan disebarkan dengan lebih mudah.
*Sistem Agdex sudah berjalan secara internasional dan mungkin menjadi dasar dari suatu standar penyimpanan informasi penyuluhan pertanian regional dan merupakan suatu sistem penelusuran yang mudah.


Kesimpulan

1. Agdex merupakan suatu sistim pengelompok dengan membagi 10 bagian besar kode ciri penggunakan warna .

2. Pustakawan professional pertanian selalu berusaha meningkatkan kemampuan dirinya dengan terus mengembangkan pengetahuan terutama yang berkaitan dengan bidang pertanian.

3. LIPTAN merupakan lembar infomasi pertanian yang dibutuhkan dan diperlukan oleh masyarakat petani-nelayan sebagai jembatan komonikasi ilmiah antara masyarakat pertanian dan penyuluh / peneliti pertanian


Daftar Pustaka

Badan Litbang Pertanian
5 (lima) tahun Penelitian dan Pengembangan Pertanian 1992-1996 Menyongsong Era Global. Jakarta, 1997 : 113 p.

Balai Informasi Pertanian Jawa Barat
Pedoman penggunaan sistim Agdex dalam sistim penggolangan. Pengindekan dan penyimpanan publikasi informasi pertanian, 1986: 40 p.

Sophia, Sulastuti
Masalah-masalah dalam pengolahan bahan masukan untuk pangkalan data hasil penelitian pertanian. Jurnal Perpustakaan Pertanian vol. 5(2), 1996 : 59-66

Suratman, Maman
Motivasi Pustakawan dalam Peningkatan Peranannya untuk Pembangunan. Jurnal Perpustakaan Pertanian vol. 1(1), 1992 : 1-16